BAGIKAN
Cosplayer dari seri Rokudenashi Majutsu Koushi to Akashic Records dalam Comiket 92. (KAORI Nusantara / Kevin Wilyan)

Comic Market (Comiket) menyimpan sejuta misteri, baik bagi yang belum pernah mendatanginya sampai para veterannya. Dari sebuah acara kecil, Comiket telah bertransformasi menjadi acara komik terbesar di dunia, menggerakkan lebih dari lima ratus ribu orang dari seluruh Jepang dan dunia menuju Tokyo Big Sight selama tiga hari, tanpa kericuhan apapun.

Editor senior KAORI Nusantara Kevin Wilyan berbincang langsung dengan Kouichi Ichikawa, humas Comiket 92, dan blak-blakan mengenai cerita di balik meriahnya acara Comiket.

Wawancara ini telah diringkas dan diedit tanpa mengurangi esensinya.

Advertisement Inline

Read the English version here.

KAORI Nusantara (K): Terima kasih telah meluangkan waktu bersama KAORI Nusantara. Saat ini Comiket telah didatangi oleh partisipan dari luar negeri. Apa pendapat Anda?

Comiket (C): Baik, ada dua macam partisipan. Pertama, pengunjung biasa, tentu saja jumlahnya semakin banyak. Kemudian ada lingkar, jumlahnya perlahan semakin banyak, rata-rata dari Asia Timur, walau belakangan ini banyak pula yang datang dari Eropa, dari Rusia, dari Brazil. Tentu kami merasa senang.

Kalau pengunjung biasa rasanya sudah jelas, yang menarik adalah peserta lingkar. Bukunya ditulis dengan bahasa Jepang, mereka berusaha keras untuk menerjemahkannya, benar-benar menarik. Tidak hanya itu, saat mereka sampai di Jepang, mereka pun menciptakan pertemanan baru, kemudian berjalan bersama setelahnya.

Circle dari luar negeri itu, bagaimana mereka bisa berpartisipasi dalam Comiket?

Ada banyak hal yang harus dipenuhi. Mereka tentu harus memahami peraturan Comiket, tidak hanya itu, circle mereka juga harus punya daya tarik, punya hal khusus yang membedakan dari circle lain. Masalah lain juga mengenai pengiriman formulirnya, karena deadline-nya mepet ya, kalau terlambat tentu akan menyusahkan kami.

Selain itu, tentu kesulitan lain adalah berkomunikasi. Hampir semua dilayani dengan bahasa Jepang, mereka akhirnya berusaha keras untuk berkomunikasi, tetapi akhirnya bisa saling mengerti. Masalah lain juga bagaimana mereka akhirnya bisa tiba di Jepang, datang ke Comiket, dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh di dalam Comiket.

Mengenai masalah pengiriman, biasanya kesulitan apa yang terjadi saat mengirimkan formulir?

Cara mendaftar Comiket sedikit berbeda dari acara lain, Anda harus mendapatkan formulirnya, lalu bagaimana caranya formulir tersebut harus dikirim dengan cepat dari luar negeri. Lalu ada beberapa kasus pula formulir, yang ada nomor registrasinya itu, tidak sampai kepada kami.

Di luar negeri, event serupa Comiket juga sudah mulai ada. Bagaimana Anda melihat perkembangannya?

Belakangan ini event di luar negeri memang sudah mulai membesar ya, dan saya lihat tidak kalah jauh semangatnya dari di Jepang. Misalnya di Brazil, pertamanya kecil sekali, tapi sekarang ini sudah ada 500 circle partisipan.

Kalau event di Indonesia, apa Anda sudah pernah mendengarnya?

Ya, saya pernah mendengar Comifuro (Comic Frontier). Tetapi saya belum pernah pergi ke sana. Yang jelas event-event seperti ini banyak di luar negeri. Mengapa bisa banyak partisipan di acara-acara seperti itu, karena mereka membaca manga atau menonton anime, kemudian menggambar komiknya sendiri, lalu mengunggahnya di internet, membagikannya dengan teman, lalu mengulanginya lagi saat ada anime baru.

Di luar negeri pun banyak orang dewasa yang masih membaca komik, mereka punya pikiran “ah saya mau menggambar cerita bertema One Piece”, saya ingin membagikannya dengan orang lain. Saya kira kalau semua orang punya pemikiran yang sama, ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan, bukankah dunia akan menjadi damai?

Dalam event di luar negeri, banyak masalah yang terjadi. Apa resep supaya event Comiket berjalan sukses?

Saya kira ukurannya sederhana, bila semua orang senang dan menikmati event-nya maka event-nya berhasil. Apa faedahnya menyelenggarakan event jika pengunjungnya tidak senang?

Bersambung ke halaman berikutnya: Merencanakan Comiket

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.