BAGIKAN

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa komik karangan Sweta Kartika yang berjudul H2O: Reborn diadaptasi oleh Teater Pesawat Kertas menjadi sebuah Theater musikal berjudul H2O Reborn: Rupaka, dan dipentaskan pada 10 – 11 Februari 2018 lalu.

Berikut ini ulasan penulis yang hadir pada hari pertama pada pementasan teater musikal H2O Reborn: Rupaka yang dilaksanakan pada hari Sabtu 10 Februari 2018 di Gedung Kesenian Jakarta.

Adaptasi Teater Musikal Yang Menarik!

Teater pesawat kertas yang ketuai oleh Indra, berhasil menghadirkan seri komik H2O: Reborn menjadi pementasan teater musikal yang menarik untuk ditonton. H2O Reborn: Rupaka, judul dari Teater musikal tersebut, berhasil mengadaptasi elemen-elemen yang terdapat dalam komiknya.

Angga bersama dengan 2 robot pembantu

Secara garis besar, cerita yang dihadirkan dalam H2O Reborn: Rupaka tidak jauh berbeda dengan alur yang terdapat dalam komiknya. Namun, kali ini kisahnya hadir di atas panggung dan menghibur para penonton.

Terlebih lagi, penulis terkesan dengan penggambaran sosok Ravana dalam teater musikal ini. Begitu juga dengan 10 sosok kepribadiannya yang berhasil mencuri perhatian penulis sejak pertama kali kemunculannya.

Tidak seperti dalam komiknya, Ravana berserta 10 kepribadiaannya hadir dalam ‘sosok nyata’ yang diperankan oleh 10 orang yang berbeda.

Selain itu juga, turut ditampilkan beberapa adegan aksi dalam komik ini. Suatu hal yang menurut penulis harus mendapatkan apresiasi, dikarenakan menghadirkan adegan aksi di atas panggung secara live bukanlah hal yang mudah. Bahkan dalam beberapa adegan, penulis melihat beberapa pemeran melakukan aksi flip saat menunjukan mereka terjatuh. Sebagai seorang yang pernah belajar sedikit teknik stuntman, penulis mengakui hal tersebut bukan merupakan hal yang mudah dilakukan. Koreografi pertarungan yang dihadirkan pun cukup menarik meskipun masih agak sedikit lambat.

Hanoman, Rajit, dan Dru

Menurut Penulis, H2O Reborn: Rupaka sukses mengadaptasi komik H2O: Reborn menjadi sebuah teater musikal yang menarik untuk dinikmati. Para pemainnya pun berhasil menyatu dengan karakter yang mereka perankan.

Ravana dan Sita

Sosok Ravana dan Sita merupakan tokoh utama yang diciptakan khusus di komik H2O, berdasarkan tokoh Rawhana dan Sita dalam legenda Ramayana.

Namun, dalam H2O, baik komik maupun Teater musikalnya, Ravana merupakan sebuah robot protokol buatan dari professor Laksmana sedangkan Sita merupakan gadis tuna runggu yang merupakan anak dari dokter Rama.

Chemistery antara mereka berdua sangat dirasakan saat adegan ini

Dalam teater musikal ini, kedua tokoh tersebut seakan tidak dapat terpisahkan satu sama lain, apa lagi saat adegan Ravana yang meminta Sita untuk mengajari bermain piano. Pada adegan tersebut, berhasil dieksekusi dengan sangat baik dalam teater musikal ini, terlebih lagi saat Sita yang diperankan oleh Rachel Florencia bernyanyi bersama dengan Ravana.

Tanpa disadari, penulis merasakan chemistry antara kedua tokoh tersebut. Terlebih lagi, Ravana merupakan robot protokol yang ingin merasakan menjadi manusia, sedangkan Sita merupakan sosok gadis kecil yang ingin merasakan menjadi sesosok robot. Seakan mereka berdua mencoba untuk memahami satu sama lain.

Secara pribadi penulis kagum dengan sosok Sita yang diperankan oleh Rachel, dikarenakan teater ini merupakan pementasan pertamanya dan dirinya pun langsung dipercayai peran utama, Sita.

“Pengalaman pertama aku main dalam teater, pastinya sulit juga dan senang. Soalnya dipercayakan menjadi peran utama,” ujar Rachel saat diwawancarai.

Rachel turut mengatakan, dirinya bergabung dengan Teater Pesawat Kertas melalui audisi, di mana dirinya terpilih untuk memerankan sosok Sita.

Secara terpisah, penulis juga kagum dengan sosok Ravana berserta 10 kepribadiannya. Seperti yang telah Penulis jelaskan di atas, Ravana berserta 10 kepribadiannya telah berhasil mencuri perhatian penulis sejak awal kemunculannya.

Setiap pemeran berhasil menampilkan masing-masing kepribadian dari sang robot protokol, Ravana. Hal tersebut memberikan kesan tersendiri bagi penulis saat menonton, ditambah lagi dengan musik latar yang d isalah satu liriknya berbunyi:

Bencilah diriku sesukamu, pada akhirnya kau butuhkanku!

This slideshow requires JavaScript.

Tidak Ada Gading yang Tak Retak

Rasanya kalimat tersebut pun tepat untuk disampaikan. Meskipun H2O Reborn: Rupaka merupakan teater musikal yang menarik dan berhasil mengadaptasi cerita dalam komik. Namun, bukan berarti teater musikal ini merupakan teater musikal yang sempurna dan terlepas dari kesalahan.

Ada beberapa hal yang menganggu pada saat penulis menonton pementasan teater musikal ini, yaitu masalah pada sound yang sering kali terjadi mengakibatkan beberapa dialog tidak dapat penulis dengarkan dengan baik. Bahkan sempat terjadi error sound sempat terjadi pada saat lagu dinyanyikan, namun masalah ini dapat sedikit diperbaiki pada saat pementasan hari Minggu. Walaupun masih terjadi, tapi hal tersebut tidak separah pada saat penulis menonton pada hari pertama. Selain itu juga, pergantian tiap adegan masih terasa agak lama, mungkin hal ini mungkin dapat dimaklumi dikarena team tata panggung atau blackman yang jumlahnya tidak terlalu banyak.

Meskipun begitu, bagi Penulis pementasan pertama dari Teater Pesawat Kertas, H2O Reborn: Rupaka berhasil menghibur dan penulis cukup puas dengan adaptasi yang ditampilkan. Beberapa kekurangan dan masalah teknis yang dihadapi semoga dapat diperbaiki pada pementasan-pementasan berikut.

Saat ini, Teater Pesawat Kertas sendiri memiliki sekitar 30-40 anggota. Berdasarkan keterangan dari Indra, sang produser saat diwawancarai, bagi yang ingin bergabung dengan teater ini, dapat mendaftar audisi yang akan dilaksanakan mendekati project terbarunya nanti.

Penulis juga sempat menanyakan apakah sudah ada rencana komik lain yang akan diadaptasi oleh teater pesawat kertas ini. Indra masih belum memberikan jawaban pasti dan lebih memilih untuk merahasiakannya.

Terima kasih Theater Pesawat Kertas!

Penulis pun berharap dengan suksesnya pementasan ini, akan ada lebih banyak lagi komik lokal yang akan diadaptasi menjadi sebuah theater musikal oleh Teater Pesawat Kertas.

Selain itu juga, diberikut ini beberapa foto pementasan yang berhasil penulis dokumentasikan:

Cocok gak mereka berdua?

 

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | oleh Ahmad Faisal