BAGIKAN
Tokyo Metro 6018 | Foto Oleh: Adam Faridl

Proyek pengembangan perkeretaapian Filipina mulai memasuki tahap menarik. Pasalnya, salah satu operator kereta di Tokyo, Tokyo Metro juga akan ikut andil dalam proyek ini. Melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), Tokyo Metro diminta untuk terjun membantu pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian Filipina.

Dilansir dari Yahoo News Japan, Tokyo Metro akan melaksanakan pengembangan SDM perkeretaapian ini di Pusat Pelatihan Perkeretaapian Filipina yang telah dibuat oleh Pemerintah Filipina di Kota Manila. Sejumlah pelatihan terkait perkeretaapian akan dipegang oleh Tokyo Metro seperti pelatihan masinis, teknik sipil perkeretaapian dan teknik kelistrikan.

Bersama dua perusahaan Jepang lainnya, Tokyo Metro terikat kontrak dalam proyek pengembangan SDM perkeretaapian ini selama 5 tahun mulai dari 14 Mei 2018 hingga 30 Juni 2023. Semua ini adalah bagian dari asistensi teknikal yang diterima Filipina dari JICA.

Pengembangan SDM yang dimaksud bukan hanya untuk jangka pendek, melainkan hingga jangka panjang. Proyek-proyek tersebut adalah:

  1. Membuat institusi yang berkaitan dengan pengembangan SDM terkait perkeretaapian perkotaan
  2. Membuat pelatihan untuk instruktur perkeretaapian.

Nantinya, sejumlah 7 orang pegawai akan dikirim untuk merencanakan pembuatan buku manual, kurikulum serta memberikan pengarahan.

Seorang wanita juru bicara Tokyo Metro mengatakan, “Kami akan menyediakan bantuan untuk memodernisasi sistem perkeretaapian perkotaan yang aman dan nyaman dan termasuk investigasi terhadap sistem perkeretaapian di Filipina.”

Tokyo Metro juga telah berpengalaman dalam membantu perkeretaapian di Asia Tenggara. Sebelumnya, perkeretaapian di Vietnam telah menggunakan jasa konsultan bisnis untuk manajemen perkeretaapiannya. Dan, rencananya MRT Jakarta juga akan bekerja sama dengan Tokyo Metro untuk pelatihan pegawainya.

Cemplus Newsline by KAORI