Comico Access Let’s Go Global! Malang: Indonesia Butuh Lebih Banyak Komikus

0

This interview also available in English

Kaori (K): Perkenalkan, saya Dany dari KAORI Nusantara.
Tessa (T): Halo, saya Tessa dari Kisai Entertainment

K: Bisa dijelaskan gak Kisai Entertainment itu apa?
T: Kisai Entertainment mungkin bisa dikatakan sejenis talent agency buat komikus. Di mana komikus bisa mengirimkan karya-karyanya ke kita dan kita bisa memberi kritik, saran dan perbaikan. Selama proses bikin komik nanti kami bantu. Jika nanti komiknya menurut kami sudah siap nanti akan kita bantu terbitkan juga di platform lain. Nanti karyanya bisa kita jembatani agar mampu diterbitkan di sana. Kita sendiri sudah punya kontak di beberapa platform komik, termasuk Comico.

K: Jadi peran Kisai disini buat membantu komikus agar karyanya dapat diterbitkan?
T: Setelah komiknya terbit pun tetap kita bantu kok. Nanti kita lah yang berperan sebagai editor.

K: Wow, jadi Kisai tetap terlibat dengan komikusnya dalam penerbitannya.
T: Benar, jadi buat teman-teman yang mau kirim karyanya silahkan bisa kirim lewat kita aja, nanti kita bantu publikasikan.

K: Role mbak Tessa di Kisai sendiri seperti apa?
T: jadi saya lebih berperan sebagai editor senior. Tugas saya kurang lebih memeriksa komik-komik yang masuk kemudian mencari link dengan penerbit. Mungkin seperti itu

K: Di luar itu mbak Tessa masih aktif jadi komikus?
T: Iya, tapi lebih jadi writer-nya sih.

K: Memang kerjanya writer itu gimana?
T: Gampangnya sih bikin cerita. Jujur aja aku gak bisa gambar (tertawa), tapi tetap pengen bikin komik. Akhirnya lebih fokus ke menulis aja dan menyerahkan ke orang lain buat bagian gambar. Biasanya aku cari teman yang mau diajak kerjasama buat bagian gambarnya dan aku menulis ceritanya. Saat ini aku juga lagi bekerja sama dengan empat orang komikus lain buat menerbitkan beberapa komik.

K: Apa menjadi writer hanya sekedar menulis skrip saja atau bikin name (storyboard) juga?
T: Tergantung orangnya sih. Kalau aku kebetulan bikin name-nya juga. Kadang-kadang aku juga minta bantuan ke orang lain buat bantuin bikin name, biasanya disebut storyboard assistant.

K: Oh begitu?
T: Tapi nanti ketika sudah jadi juga tetap aku lihat buat di-koreksi. Karena aku ingin cerita yang aku tulis bisa benar-benar tersampaikan

K: Dulu kan mbak Tessa pernah ikut kompetisi Silent Manga Audition (SMA) itu bisa diceritakan gak pengalamannya?
T: Kok tau (tertawa)?

K: Iya, kebetulan pernah diliput di KAORI.
T: Oh gitu. Jadi dulu kita pernah ikut berdua bareng temanku atas nama Chess. Pertama kita ikut yang SMA ketiga, temanya mother. Saat itu kita dapat juara untuk kategori empat. Kemudian tahun berikutnya ikut lagi tapi gagal. Berikutnya lagi kita menang kategori Grand Prix Runner Up. Dari sana kita dapat kesempatan buat masuk Master Class, workshop yang diadakan SMAC buat peserta di Jepang.

K: Tidak semua pemenang bisa ikut Master Class. Sebenarnya syaratnya apa aja sih buat peserta agar bisa masuk?
T: Peserta dapat mengikuti Master Class jika sudah mendapatkan poin tertentu. Jadi ketika kamu menang kategori Grand Prix Winner, Grand Prix Runner Up, dan seterusnya, mereka punya poin masing-masing. Kalau juara Grand Prix Winner otomatis poinnya langsung penuh, kalau juara Runner Up perlu juara sekali lagi. Kebetulan kita sebenarnya sudah bisa masuk Master Class karena sudah pernah menang sebelumnya, tapi karena kita belum dapat Grand Prix Winner akhirnya coba ikut sekali lagi soalnya penasaran. Pada akhirnya kita gagal juara tapi pada tahun itu memang untuk kategori Grand Prix Winner tidak ada pemenangnya.

K: Berarti tahun itu memang tidak ada juara sama sekali? Kenapa?
T: Iya, jadi menurut dewan juri tahun itu belum ada yang pantas untuk menang.

K: Bagaimana kesan ke Jepang pas dapat Master Class?
T: Oh gila banget, ga bisa aku deskripsikan dengan kata-kata. Pertama itu free trip. Kemudian kita juga ketemu komikus-komikus lain dari berbagai negara dan bisa bertemu Hojo-sensei, komikus City Hunter dan Angel Heart. Jadi dia banyak ngajarin kita cara bikin komik dan workshop eksklusif.

K: Selain Hojo-sensei, apa mbak Tessa bertemu komikus Jepang lain?
T: Saat penyerahan penghargaannya juga dihadiri sama banyak komikus, salah satunya ONE sensei (One Punch Man). Senang banget bisa ketemu beliau meskipun kita ga boleh selfie. Tapi pengalaman itu sudah luar biasa.

K: Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan gak pada pembaca kaori terutama yg pengen jadi komikus?
T: Sekarang kan industri komik sedang ramai-ramainya. Dibandingkan dulu, kesempatan menjadi komikus sekarang lebih besar, kemudian gajinya juga gak kalah sama PNS (tertawa). Komikus sekarang sudah mematahkan stigma kalau komikus itu bukan perkerjaan yang menghasilkan uang. Jadi, semangat-semangatlah bikin komik karena inilah saat terbaik buat bikin komik.

KAORI Newsline | Foto, wawancara, dan artikel oleh Dany Muhammad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.