BAGIKAN
Kartu Multi Trip (KMT) edisi lama.

Transportasi umum di Jakarta kini semakin berkembang dan akan menghadirkan banyak pilihan moda. Selain moda transportasi eksisting, yakni KRL Commuter Line dan Bus Trans Jakarta, nantinya akan beroperasi juga moda Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT). Salah satu tantangan yang dihadapi kali ini adalah adanya tiket yang juga terintegrasi. Salah satu jenis tiket elektronik yang digunakan pada transportasi publik ialah Kartu Multi Trip (KMT). Sebagai bentuk awal integrasi, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menetapkan KMT generasi awal tak dapat digunakan mulai Sabtu (21/7).

KMT generasi awal yang dimaksud adalah KMT yang belum menggunakan chip FeliCa dan empat digit awal pada nomor seri adalah “1001”. Nomor seri sendiri berada di belakang kartu. KMT lama dapat ditukarkan secara gratis dan saldo dipindahkan ke KMT FeliCa baru di semua stasiun Commuter Line dengan syarat tertentu. Yakni, kartu dalam kondisi baik dan sedang tidak digunakan untuk parkir di area stasiun.

Advertisement Inline

Berbeda dengan KMT generasi awal, KMT FeliCa menggunakan chip tipe F yang dikeluarkan oleh perusahaan asal Jepang, Sony FeliCa. Kartu dengan chip ini merupakan kartu yang umum digunakan di berbagai negara dengan transportasi massal yang sudah maju seperti Jepang dan Hongkong. Kedepannya, teknologi chip FeliCa akan diadopsi oleh berbagai moda transportasi di Indonesia. Saat ini sendiri, tiket elektronik untuk Commuter Line dan Trans Jakarta sudah terintegrasi melalui kartu prabayar yang dikeluarkan oleh berbagai bank di tanah air. Namun, salah satu kendalanya adalah respon yang tidak secepat KMT FeliCA saat kartu akan dibaca oleh gate. Saat ini, moda transportasi bus Trans Commuter yang dikelola oleh Perum PPD dan KCI sudah menggunakan KMT FeliCa sebagai tiket perjalanan.

Baca juga: Ingin Tukar KMT Lama Dengan KMT FeliCa? Begini Caranya!

Penggunaan KMT untuk tiket sendiri mulai diimplementasikan sejak sistem tiket eletronik untuk Commuter Line mulai digulirkan pada Juli 2013. Sebelum adanya KMT dan sistem tiket elektronik, penumpang KRL menggunakan tiket kertas berlangganan atau abudemen dan juga tiket sekali jalan.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.