Doodle Battle: Faza Juki vs Esa Pavlichenko

0

POPCON1

Popcon Asia 2014 menampilkan berbagai macam karya kreatif lokal, mulai dari komik hingga animasi. Dalam acara tersebut, pengunjung juga dapat bertemu dengan kreator yang terus produktif mewarnai industri kreatif dalam negeri.

Salah satu suguhan acara dari Popcon kali ini adalah Doodle Battle. Pada acara ini, para komikus lokal diundang untuk beradu ketangkasan membuat coretan-coretan gambar dengan berbagai tema yang cukup unik.

Pada kesempatan kali ini, Faza Meonk, sang kreator dari Si Juki harus berhadapan dengan Esa, kreator dari karakter Pavlichenko. Aturan pertempuran ini, setiap kreator akan menggambarkan sesuatu sesuai dengan tema yang diambil secara acak. Lalu setelah dua menit berlangsung, akan ada sesi Attack dimana masing-masing pihak dapat mengacak-acak gambar lawan.

Ronde pertama Faza Meonk mendapat tema Eno Lerian, sedangkan Esa mendapat tema Eva Arnas. Faza menggambarkan sosok Eno Lerian dengan muka wanita yang cukup aneh, begitu juga dengan sosok Eva Arnas yang tidak kalah aneh digambarkan oleh Esa.

Pada sesi Attack ronde pertama, Faza menambahkan bulu kaki serta bulu ketiak di sosok Eva Arnas milik Esa. Sedangkan Esa menambahkan kaki kecil di coretan Faza.

Ronde kedua pun dimulai, kali ini Faza mendapat tema Delman Istimewa, sedangkan Esa mendapat tema Cowok Metroseksual. Faza pun kembali menggoreskan spidol untuk membuat sosok Spiderman yang mengendarai kuda api. Sedangkan Esa, hanya merubah sosok Eva Arnas menjadi lelaki. Sesi Attack dimulai, Esa menambahkan roda di kuda api Faza dan Faza menambahkan sesosok cowok di belakang cowok metroseksual milik Esa.

Akhirnya tiba pada ronde ketiga, Esa mendapat tema Moe dan Faza mendapat tema waria. Seperti hal yang mudah, Esa hanya perlu merubah sosok cowok yang baru digambar Faza menjadi karakter moe dengan twintail merah muda (Sepertinya ini Reon). Faza pun turut menggambar sesosok waria. Saat sesi Attack, Faza menambahkan sosok bayi mirip Juki dan merubah pose Reon milik Esa. Sedangkan Esa sibuk mempercantik waria milik Faza.

Ronde ke-empat tak kalah anehnya, kali ini Faza mendapat tema Sea Monster Clubbing, dan Esa mendapat tema Orang Ketiga. Faza pun mengayunkan spidol untuk membuat sosok gurita yang memegang senjata club. Esa pun semakin menambah cerita gambarnya dengan menambah sesosok bapak tua berpakaian Yakuza. Kembali pada sesi Attack, Faza melengkapi gambar bayi si Juki dan Esa mewarnai sosok gurita milik Faza.

Pertarungan tiba pada ronde terakhir. Faza mendapat tema Kampus, sedangkan Esa mendapat tema Pernyataan Cinta. Merasa kebingungan ingin menggambar apa, Faza pun memutuskan membuat berbagai macam orang yang meneriakkan kata-kata “Kampus Lu” (maksudnya Mampus Lu). Suasana pun dipenuhi tawa oleh tindakan Faza tersebut. Dilain pihak, Esa justru merubah sosok yakuza botak tersebut menjadi bergaya ala Skrillex dengan memgang surat cinta yang ternyata ingin menyatakan cinta kepada Eva Arnas yang sudah tidak keruan bentuknya.

Sesi Attack terakhir, Faza menambahkan efek darah yang bercucuran pada ketiak salah satu gambar Esa. Sedangkan Esa memberi arsiran pada beberapa gambar Faza.

Setelah semua ronde telah dijalani, tibalah waktunya pengumuman pemenang. Dan pemenang pertarungan kali ini jatuh kepada Esa. Jika dilihat sekilas memang gambar milik Esa terkesan memiliki storyline yang memiliki unsur NTR. Sedangkan Faza mengakui bahwa tema yang ia peroleh cukup sulit untuk dibuat antar kaitan tiap gambar, terutama saat ia mendapat tema Kampus.

KAORI Newsline | Rafly Nugroho

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.