Baru-baru ini, dunia medsos ramai dengan meme stiker gambar karakter cewek anime muka merah malu-malu dengan bottom textGak boleh“. Tahukah kamu karakter itu dari anime apa? Yap, Kuzu no Honkai. Nama anime ini sebenarnya sudah tidak asing di jagat peranimean Indonesia karena saat anime ini tayang, anime ini membuat orang-orang yang menontonnya hatinya terenyuh, galau, bahkan memaki-maki karakternya. Bawaannya panas sekali jika membahas anime ini.

Namun, mungkin kamu bertanya-tanya sekarang apakah boleh nonton Kuzu no Honkai? Kok bisa anime ini membuat orang yang menontonnya kena mental? Sebelumnya, mari kita bahas dulu animenya.

Apa itu Kuzu no Honkai?

Kuzu no Honkai adalah serial anime yang diadaptasi dari komik berjudul sama karya Mengo Yokoyari. Ceritanya bermula dari seorang gadis SMA, Hanabi Yasuraoka, yang jatuh cinta dengan guru di sekolahnya yang bernama Narumi Kanai. Tapi, Hanabi harus “merelakan” cintanya, karena Narumi lebih memilih untuk bersama dengan rekan sesama guru di sekolahnya yang bernama Akane Minagawa. Kemudian, Hanabi bertemu dengan Mugi Awaya yang ternyata memendam perasaan terhadap bu guru Akane. Sehingga mereka berdua akhirnya pacaran untuk melampiaskan “hasrat cinta” mereka yang bertepuk sebelah tangan.

Tapi apakah cerita berhenti di situ? Tidak semudah itu. Makin ke sini, makin ke sono. Karena semakin cerita berlanjut, semakin banyak karakter-karakter “pejuang cinta” lainnya yang membuat kamu gak habis thinking.

Si Para Pejuang Cinta

Ada Sanae Ebato, temannya Hanabi yang sangat amat dekat dengannya. Saking dekatnya hubungan mereka upgrade menjadi teman tapi mesra. Sanae kemudian jatuh cinta dengan Hanabi sehingga ia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Hanabi, walaupun akhirnya tidak berbuah manis sih. Tapi, itu tidak menghentikan hubungan teman tapi mesra mereka berdua.

Kemudian ada Noriko Kamomebata, teman masa kecil Mugi. Dia lucu, rambutnya twintail, pokoknya tipe cewek loli yang penampilannya selalu lucu. Ia juga punya impian lucu karena ia menganggap dirinya sebagai tuan putri dan ingin mendapatkan Mugi yang ia anggap sebagai prince charming. Namun karena kebanyakan mengkhayal, ia jadi krisis identitas, tiada tahu tujuan hidup. Meskipun begitu, Noriko tetap pada pendiriannya. Ia nekat menyatakan cintanya kepada Mugi meskipun hasil akhirnya pahit juga.

Tapi apakah cerita berhenti di situ? Tentu, tidak. Hubungan para pejuang cinta ini ternyata makin beranak. Sehingga kalau dibuatkan diagramnya, jadinya akan seperti ini:

Kuzu no Honkai Diagram of “Love” oleh Cyborglazerbeam. Sumber: Reddit

Ribet banget ya melihatnya, tapi itulah yang terjadi dalam ceritanya. Kanokari saja mungkin kalah rumit dengan yang satu ini. Lalu seberapa panjang cerita para pejuang cinta ini? Animenya telah tayang sebanyak 12 episode. Komik nya pun sudah tamat, ada drama live-action-nya pula. Tapi sebelum kamu mengomsumsi semuanya, kita masuk kembali ke pertanyaan intinya sekarang, apakah boleh kamu nonton anime ini?

Bolehkah Nonton Kuzu no Honkai?

Kalau kamu bertanya pendapatku tentang anime ini? Jawabannya adalah, iya boleh. Tapi ada yang perlu digaribawahi ketika menonton anime ini. Karena anime ini ceritanya tidak jauh dari NTR, depresi, bahkan adegan panas. Yap, benar sekali, kamu tidak bisa nonton anime ini di ruang keluarga maupun ruang publik karena beneran ada adegan panasnya. Bahaya untuk kamu yang di bawah umur.

Mungkin kamu berpikir sekarang “Ya ampun, kok gini banget ceritanya. Banyak NTR-nya, ada adegan panasnya lagi, pasti cuma fiksi doang ini mah”, terlebih lagi “Kalau banyak NTR-nya gini, kok si penulis bilang aku boleh nonton anime ini?”. Karena, bagi saya, seri ini membuka mata kita kalau hubungan itu tidak selalu manis seperti lagu-lagunya Honeyworks. Seri ini memberikan awareness kepada kita kalau yang namanya selingkuh itu nyata dan berpotensial, seperti kisah ibu mertua yang viral baru-baru ini.

Terlebih lagi bagi sebagian orang, cerita ini terasa realistis seperti yang terjadi di kehidupan nyata, apalagi dalam sudut pandang sebagai player yang suka gonta-ganti pasangan. Tapi apakah itu buruk? Kalau saya berpikir itu buruk, tapi ada juga yang mengatakan kalau kedaulatan Akane-sensei atas kehidupan seksualnya dengan caranya sendiri itu adalah suatu bentuk feminisme.

Asli deh, serial ini memang bikin gigit bantal walaupun tidak pernah terlibat dalam hubungan seperti ini karena saya belum memiliki hubungan apapun. Tapi dari bagaimana rumitnya cerita cinta dalam anime ini, saya bisa bilang ini memang berdasarkan dari kisah nyata, baik dari cerita teman yang punya pacar, cerita cinta di medsos, apalagi dengan opini sudut padang player tadi. Menurutku ini cerita yang bagus sekali untuk kita cerna.

Jadi, dari semua yang kita bahas tadi, apakah beneran boleh nonton anime ini? Tentu saja boleh, tapi pilihan ada padamu.

KAORI Nusantara | Oleh Ferdian Tiraska | Artikel ini adalah pendapat pribadi dari sang penulis dan tidak berarti merefleksikan kebijakan maupun pandangan KAORI Nusantara

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.