Siemens Mobility, divisi produksi armada, perlengkapan dan sistem transportasi dari Siemens, perusahaan teknikal terkemuka dunia asal Jerman menampilkan seri terbaru lokomotifnya, Sabtu (26/3) lalu di pabrik Siemens Mobility Sacramento, Amerika Serikat (AS). Lokomotif yang dinamai Siemens Charger Locomotives atau seri Charger ini ditampilkan untuk pertama kalinya saat perwakilan Administrator dari badan pengawasan dan administrasi perkeretaapian Departemen Transportasi AS atau Federal Railroad Administration (FRA), Sarah E. Feinberg menyambangi pabrik tersebut untuk kunjungan kerja.

tn_us-siemens-scaramento-plant-fra-visit-staff
Sarah E Freiberg (kanan), perwakilan Administrator FRA berinteraksi dengan karyawan pabrik Siemens Mobility di Sacramento, AS | Foto : Railway Gazette

Dalam kunjungannya, Sarah menekankan pentingnya pengembangan transportasi berbasis rel. “(Transportasi) Rel menjadi hal yang sangat penting di masa kini, namun akan lebih penting lagi di masa depan kelak.” Ujarnya.

“Selama kunjungan saya di pabrik ini, salah satu pabrik dengan jumlah karyawan yang cukup banyak, saya melihat bahwa Siemens tidak hanya akan membuat lokomotif serta peralatan (perkeretaapian) lainnya untuk saat ini saja, tetapi juga mereka ingin terus membangun perkeretaapian di masa depan untuk menjadikannya sebuah kisah kesuksesan yang besar.” ungkap Sarah lagi setelah selesai berkeliling pabrik Siemens di Sacramento ini dan melihat lokomotif seri Charger perdana yang telah rampung dirakit.

Lokomotif Charger ini merupakan lokomotif bermesin Diesel dengan transmisi elektrik alias Diesel Elektrik (DE) paling anyar produksi Siemens dengan 4 gandar penggerak, masing-masing 2 gandar di tiap bogie (konfigurasi BB). Lokomotif seri ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya dapat menjadi pembangkit listrik untuk kereta penumpang yang dibawanya. Fungsi ini mengingatkan kita pada lokomotif buatan karya anak bangsa produksi Industri Kereta Api (INKA) Madiun, lokomotif Diesel bertransmisi Hidrolik atau Diesel Hidrolik (DH) seri CC 300 yang sudah lebih dulu memilikinya. Penggunaan lokomotif ini tentu akan menghemat penggunaan kereta pembangkit (Power Car) untuk rangkaian kereta penumpang.

tn_siemens-charger-loco-scaramento-factory
Lokomotif Charger unit pertama yang rampung diproduksi Siemens | Foto : Railway Gazette

Mesin penggerak utama (prime mover) lokomotif Charger ini menggunakan satu unit mesin Diesel 16 silinder Cummins tipe QSK95 yang menghasilkan daya hingga 4400 tenaga kuda (HP) atau setara 3282,4 kW. Mesin ini sanggup menjadi mesin untuk menggerakkan lokomotif sekaligus membangkitkan listrik bagi rangkaian kereta penumpang yang dibawanya. Pemisahan daya untuk menggerakan lokomotif dan listrik rangkaian kereta memanfaatkan putaran mesin Diesel.

Untuk menggerakkan lokomotif, daya listrik dihasilkan oleh alternator utama yang disambungkan ke mesin diesel dan berputar sesuai dengan putaran mesin. Aliran listrik yang terbangkit diteruskan menuju empat buah Inverter bersistem Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT), dimana satu unit inverter digunakan untuk satu buah motor traksi. Sedangkan pengolahan daya listrik untuk rangkaian kereta dilakukan oleh Static Inverter (SIV) yang mengolah daya listrik keluaran pembangkitan mesin dan diteruskan menuju rangkaian lewat saluran kabel yang tersedia.

Lokomotif CC 300 sendiri memiliki dua unit mesin Diesel, dimana mesin Diesel 12 silinder Caterpillar tipe 3512B HD V-12 yang hanya berdaya 2500 HP atau setara 1865 kW saja berfungsi sebagai mesin penggerak lokomotif dan mesin generator Diesel Caterpillar tipe C-18 berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk rangkaian kereta penumpang.

Lokomotif CC 300 Karya Anak Bangsa | Foto : V. Garda Wardana
Lokomotif CC 300 Karya Anak Bangsa | Foto : V. Garda Wardana

Dimensi lokomotif Charger ini juga lebih besar, dengan panjang 21,79 m, lebar 3,05 m dan tinggi 3,81 m. Lokomotif ini hanya memiliki satu kabin masinis saja pada salah satu sisi, berbeda dengan lokomotif CC 300 yang memiliki dua kabin masinis di kedua sisinya. Tak ketinggalan, lokomotif ini juga dilengkapi fitur multiple unit untuk keperluan traksi ganda atau lebih. Gaya traksi (tractive effort) lokomotif Charger ini pun dapat mencapai 290 kN, 20 kN lebih besar daripada lokomotif CC 300. Namun dengan tenaga mesin dan dimensi yang lebih besar, tentunya wajar jika gaya traksi yang dimiliki juga lebih besar.

Lokomotif Charger ini sendiri telah dipesan secara resmi sebanyak 66 unit, dengan opsi pesanan tambahan lebih dari 150 unit di masa mendatang. Lokomotif dengan lebar sepur standar internasional (standard gauge), 1435 mm ini akan dioperasikan oleh beberapa operator kereta api (KA) di seantero AS, diantaranya Amtrak, All-About Florida dan MARC Train.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.