Memasuki edisi ke-23, majalah re:ON comics masih tetap sarat aksi, baik dengan kelanjutan komik-komik seperti Galauman dan Spalko, maupun dengan salah satu komik baru, Animacore. Selain Animacore, komik baru lainnya mengisi setelah Population Zero dan Irina berpisah dengan pembaca di edisi sebelumnya adalah Onthelku, yang telah diumumkan dalam Indonesia Comic Con 2015 lalu.

Spalko (Sweta Kartika)

Advertisement Inline

Sang cowok petir misterius bersama dengan sokongan gerombolan Tyran meneror publik dan unjuk gigi melawan Voltrax. Selain menghadirkan pertarungan yang lebih menegangkan, tidak lupa Sweta juga masih bisa memasukkan unsur-unsur komedi secara luwes di sela-sela pertarungan yang serius.

Galauman (Ockto Baringbing dan Ino Septian)

Semakin lama berlanjut setelah adu strategi yang ketat, pertarungan melawan Yuri semakin menjadi adu ketahanan antara Galauman dan Yuri. Pada tahap ini, yang menjadi penentu hasil bukanlah jurus atau trik-trik baru, tetapi siapa yang lebih dulu mencapai batas ketahanan dengan semua kekuatan dan trik yang tersisa, dan lebih dulu melakukan kesalahan fatal. Jangan lewatkan juga kembalinya satu karakter yang seharusnya sudah tak asing lagi bagi pembaca setia dan yang memiliki buku satuan pertamanya Galauman.

Bachelor’s Brotherhood (Shu Eirin)

Tony akhirnya berkesempatan belajar dari para butler Platina Parlour mengenai cara-cara memperlakukan para nona dengan baik. Ilmu yang seharusnya bisa bermanfaat baginya untuk lebih akrab dengan perempuan seperti yang diinginkannya selama ini… . Itu kalau dia sempat dan bisa konsisten menerapkannya cukup lama tentu saja… .

Tawur (C. Suryo Laksono)


“Opa” Arjun memulai pertunjukannya dan dengan mudah mengalahkan gerombolan SMA 444, sementara Budi dan kawan-kawan berkesempatan mengamati. Mengemas pertarungan sebagai pertandingan basket memberi warna berbeda dibandingkan baku hantam terbuka seperti sebelum-sebelumnya. Bisakah Budi dkk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memecahkan misteri kekuatan istimewa Arjun? Barangkali pembaca bisa ikut menebak juga?

Bataavia (Ockto Baringbing dan Dhang Ayupratomo)

Van Dongen memutuskan untuk membawa Margreet kembali ke Belanda. Karena Margreet enggan untuk pulang, seorang pemuda kompeni bernama Vroom menantang Gilang bermain agar Margreet tidak penasaran lagi. Selain menghadirkan kembali permainan-permainan yang telah ditampilkan sebelumnya, bab ini juga menjawab misteri absennya paman Margreet di Bataavia selama ini. Tapi apakah hanya hal-hal itu saja yang membebani hati Margreet, ataukah kini ada perasaan lainnya juga yang menjadikannya kalut?

Animacore (Aloysius Alfa)

Di masa depan yang tidak begitu jauh, atlet e-sport telah menjadi profesi yang prestisius dan game bernama Animacore menjadi arena kompetisi paling beken di antara gamer. Sebagian besar bab pertama ini menghadirkan permainan di dalam dunia game Animacore, sehingga tentu saja, karakter-karakternya muncul dalam tampilan avatar mereka di game, sebelum menampakkan sosok aslinya di dunia nyata. Tidak seperti beberapa judul beken dari luar negeri yang menawarkan skenario fantastis tentang terjebak dalam dunia game, dari bab pertama ini nampaknya Animacore akan lebih menekankan pada aspek kompetitif dari bermain game itu sendiri, baik dengan persaingan dan kerja samanya.

The Grand Legend Ramayana (Is Yuniarto)

Tiba di ibukota Panchavadi, Rama dan kawan-kawan menawarkan bantuan untuk melawan yaksha. Namun tawaran itu sulit diterima dengan status Rama yang dalam pengasingan, dan kuatnya pengaruh musuh yang tersembunyi di balik layar. Tapi nampaknya Rama bukan satu-satunya menyelidiki yaksha dan gerak-gerik musuh di Panchavadi. Kemungkinan sekutu yang tak terduga?

Onthelku (Matto Haq)


Onthelku menyajikan bab pertama yang bersahaja, seperti Bayu sang tokoh utama yang diperkenalkannya itu sendiri, yang senantiasa bersepeda onthel. Kontras dengan itu, sepeda motor hadir sebagai sebuah simbol status yang didambakan, yang menjadikan sepeda onthel Bayu dipandang sebelah mata dan menjadi kenangan pahit baginya. Selain dari itu, bab ini memang belum memberi gambaran akan bagaimana perkembangan ceritanya, sehingga masih perlu menanti apa yang akan disajikan di bab selanjutnya.

Me vs Big Slacker Baby (Annisa Nisfihani)

Komedi BSB masih bergulir dari Arin, Alvan, dan Kiki saling tidak tahu dan menebak-nebak apa yang ada di pikiran masing-masing. Masih mengira Cindy adalah pacar Alvan tapi tetap mendekati Arin dari kegiatan petugas kebersihan, Kiki konyolnya jauh sekaligus dekat dari tujuannya. Sementara Arin dan Alvan sama-sama masih tak bergerak dalam putusnya komunikasi. Di sisi lain, Kiki dan Alvan akan bertemu langsung di lapangan basket. Drama apa yang akan terjadi?

Reon and Friends (Gita Juwita dan Dini Marlina)


Setelah menceritakan kedatangan Reyna, kali ini Reno dan Reyna menanti kelahiran Reon, si adik baru. Polosnya anak-anak dalam menyikapi kehamilan dan pergeseran perhatian orang tua tergambarkan dalam bab kali ini.

Our Teachers are Artists (Editorial Department dan Annisa Nisfihani)

Saat memegang dua pekerjaan, semakin karir berkembang, semakin sulit menyeimbangkan keduanya dan tuntutan untuk memilih dan berkorban semakin besar. Ketika pentas penting diadakan bersamaan dengan ujian mahasiswa, apa yang akan dilakukan oleh Hina dan Yuria.

Selain komik-komik di atas, rubrik re:FRESH menyajikan tips-tips berguna untuk menonton konser. Sementara rubrik re:COGNITION mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat duo Faint*Star: Hina dan Yuria. Simak juga hasil polling kedua re:ON. Apakah komik kesukaanmu menjadi pilihan?

KAORI Newsline | oleh Halimun Muhammad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.