BAGIKAN

Apa yang kita ketahui mengenai jejepangan? Event cosplay-kah? Event anime-kah? Event komik-kah? Matsuri-kah? Ennichisai-kah? Sudah hal yang lumrah bahwa event-event tersebut identik dengan event jejepangan karena apabila salah satunya diadakan, pengunjungnya cenderung akan beraktivitas yang berkaitan dengan jejepangan. Misalnya dalam event komik, ada pengunjung yang melakukan cosplay atau berkumpul bersama komunitas penggemar anime, dan sebagainya. Tetapi ada sisi yang berbeda dari jejepangan dalam acara yang satu ini, yaitu Indonesia Diecast Expo (IDE).

Ada hubungan apa antara acara ini dengan jejepangan? Untuk IDE tahun ini, berdasarkan keputusan penyelenggara, tema yang diusung adalah Japanese Domestic Market atau disingkat JDM. Berdasarkan postingan yang dilihat penulis dari peresmiannya, beberapa kolektor die-cast memamerkan koleksi model die-cast mobil Jepang mereka seperti Nissan Skyline, yang notabene JDM atau mobil yang pada dasarnya untuk pasar domestik Jepang, namun memiliki banyak peminat di seluruh dunia karena kemunculannya di video game dan beberapa media populer lainnya. Meskipun tema acaranya berkaitan dengan jejepangan, jangan harap Anda akan menemukan cosplayer yang tampil di sini, sebab acara ini adalah acara die-cast atau miniatur kendaraan, bukan acara budaya populer, dan jejepangan yang dimaksud adalah jejepangan otomotif (sebut saja JDM) bukan jejepangan budaya populer seperti manga atau anime. Lalu elemen jejepangan otomotif apa saja yang ada di IDE 2016? Ini dia.

  1. Display Mobil Sungguhan
SANYO DIGITAL CAMERA
SANYO DIGITAL CAMERA

Acara IDE belum lengkap jika tidak ada display mobil sungguhan. Sebelum Anda masuk ke hall untuk membeli tiket seharga Rp.30.000,-, Anda langsung disambut oleh Toyota Starlet dengan tema JDM pada modifikasinya, yang notabene mobil yang dipakai untuk promosi acara tersebut. Posisinya yang tepat berada di ruangan sebelum ruangan venue cukup menyiratkan bahwa tema event ini adalah JDM.

Advertisement Inline

Di dalam event, seperti biasanya, IDE kembali menampilkan mobil display sungguhan dengan miniatur mobil representatif di sebelahnya sebagai daya tarik yang menunjang kesuksesan acara. Sesuai temanya, mobil yang dijadikan sebagai display adalah mobil bertema JDM, baik mobilnya yang impor utuh dari Jepang seperti Toyota Corolla Levin, Nissan Skyline GT-R Nismo Z-Tune, Mitsubishi Galant GTO, dan Mitsubishi Lancer Evolution VI yang tidak dijual di dealer resmi lokal maupun yang barangkali hasil modifikasi, seperti Honda Civic berwarna kuning dan hijau. Namun yang paling menarik diantara yang ada adalah mobil sport Nissan Skyline GT-R Nismo Z-Tune berkelir silver yang merupakan versi modifikasi pabrikan yang diproduksi hanya 20 unit di dunia.

  1. Kebangkitan Industri Pembuat Miniatur Jepang
Tomica-Plarail
Tomica-Plarail

Tomica sebagai pelaku industri die-cast terbesar asal Jepang, yang kompetitif dengan pesaingnya seperti Hot Wheels di Indonesia, menunjukkan bahwa pihaknya memiliki pasar yang besar dengan posisi booth-nya yang terletak di tengah venue, menampilkan area untuk diecast race, photobooth, claw machine, display produk Tomica klasik, rak etalase, dan etalase akrilik lengkap dengan barang display produk khas Tomica. Adanya booth komunitas Plarail, yang merupakan saudara perusahaan dari Tomica yang memproduksi miniatur perkeretaapian, dengan layout diorama yang menyatu dengan produk Tomica, memperkuat kesannya sebagai produsen besar dalam pameran tersebut.

Selain Tomica, Kyosho sebagai produsen die-cast senegaranya dengan detail dan kualitas produksi yang ditargetkan untuk kolektor, juga tampil di IDE sebagai tempat launching distributor resmi. Desain booth-nya yang representatif dengan brand Kyosho sanggup memikat hati para kolektor die-cast, meskipun berharga mahal. Bahkan barang display-nya pun dibeli oleh para kolektor tersebut, sebagaimana yang saya dokumentasikan di hari terakhir IDE.

  1. Booth Komunitas atau Kolektor
Booth Kolektor Vero Garage
Booth Kolektor Vero Garage

Sesuai kodratnya, IDE merupakan tempat berkumpulnya para pehobi miniatur kendaraan, tak terkecuali plastic model kit meskipun namanya “diecast expo”. Menyesuaikan tema acara, banyak booth komunitas yang memamerkan koleksi mobil JDM-nya seperti booth Auto Modelers Indonesia, Nissan Skyline Diecast Collectors Society, Vero Garage, dan masih banyak lagi. Diantara booth komunitas yang ada, yang paling menarik adalah booth Auto Modelers Indonesia. Sebab diantara booth yang berpartisipasi, Auto Modelers Indonesia termasuk yang paling total, dari koleksi yang dipamerkan, yaitu plastic model kit yang representatif dengan jejepangan otomotif karena Jepang merupakan negara produsen plastic model kit terbesar, hingga layout diorama menyerupai parkiran di Jepang dan dibuat seperti car meet di Jepang. Hal tersebut sangat sinkron dengan tema acaranya, yaitu JDM, sehingga menjadikannya dapat disebut sebagai booth komunitas terbaik. Untuk booth kolektor, Vero Garage termasuk yang menarik lantaran terlihat sekali keseriusannya membuka booth dengan banyaknya koleksi die-cast mobil JDM yang dipamerkan sehingga membuatnya menjadi booth kolektor terbaik.

  1. Booth Penjual
Barang Dagangan Miniatur Mobil JDM
Barang Dagangan Miniatur Mobil JDM

Menjual produk miniatur Jepang atau produk miniatur non-Jepang dengan objek mobil Jepang mungkin sudah bukan hal yang aneh. Namun ketika sesuai dengan tema acara, di mana beberapa booth men-display koleksi mobil JDM, baik yang dibuat diorama maupun tidak, ternyata bisa menjadi hal yang menarik. Selain Tomica yang menunjukkan bahwa pihaknya merupakan produsen die-cast terbesar asal Jepang yang punya pasar kompetitif, serta Kyosho sebagai produsen die-cast asal Jepang yang ditargetkan untuk kolektor, cukup banyak booth penjual non-distributor yang menjual berbagai miniatur mobil. Mulai dari produsen dari Jepang yang membuat miniatur mobil Jepang, produsen dari Jepang yang membuat miniatur mobil non-Jepang seperti Kyosho dan Tamiya dengan miniatur mobil Ferrari, hingga produsen non-Jepang yang membuat miniatur mobil Jepang seperti AUTOart asal Hong Kong yang membuat miniatur mobil JDM seperti Nissan Skyline, Mitsubishi Lancer Evolution, dan sebagainya. Keterbukaan terhadap produk impor di Jepang untuk dunia industri miniatur Jepang merupakan salah satu kunci sukses industri tersebut yang menunjukkan keahliannya dalam membuat miniatur sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan diterima di mancanegara.

  1. Lomba Modifikasi Die-cast
Peserta Custom Diecast Competition
Peserta Custom Diecast Competition

Event IDE belum lengkap kalau tidak ada lomba modifikasi die-cast. Seperti tahun sebelumnya, skala die-cast yang dilombakan adalah skala 1/64, hanya saja tidak ada juara kategori konsep modifikasi seperti tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, terdapat juara peringkat dan favorit pengunjung, dan dengan tema JDM sesuai tema event. Acara ini mengundang para penghobi modifikasi die-cast untuk memodifikasi die-cast kesayangannya dengan tema JDM atau jejepangan otomotif dengan penilaian kerapihan, harmonisasi custom, fungsionalitas, detailing dan inovasi, dengan biaya pendaftaran Rp.30.000,-/mobil.

  1. Booth Komunitas dan Penjual Non-Jepang
Booth Ferrari Diecast Owner Club Indonesia
Booth Ferrari Diecast Owner Club Indonesia

Meskipun tema event ini adalah JDM, event ini tetap terbuka bagi yang berminat membuka booth miniatur mobil non-Jepang, seperti Ferrari Diecast Owner Club Indonesia, Mercedes-Benz Diecast Club Indonesia, dan sebagainya. Karena terlepas dari temanya kali ini, kodrat dari penyelenggaraan acara ini tetaplah untuk menanungi seluruh penggemar miniatur mobil die-cast di Indonesia.

Di sisi lain, apabila kita sandingkan dengan jejepangan otomotif, hal itu sejalan dengan car culture di Jepang yang sesungguhnya, yaitu menerima produk impor meski Jepang negara industri otomotif, bahkan hingga membentuk komunitas, sehingga menjadikan car culture-nya maju.

Ditulis oleh Julfikri Ahmad Mursyid | Penulis merupakan panelis “Mengontrol Fanatisme Pop Culture Jepang untuk Masyarakat Indonesia” pada event Road to KAORI Expo, penggemar dan pengamat otomotif selama lebih dari 10 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.