Jejepangan Otomotif dalam Jakarta Auto Modified 2017: Lebih Kecil namun Tak Kalah Menarik

    0
    Nissan Cefiro, mobil drift milik Farhan Maulana

    Meskipun mall-nya masih baru dibuka dan juga tenantnya belum sebanyak mall-mall lain di kawasan yang sama (seperti Cilandak Town Square), One Belpark Fatmawati kerap menjadi tempat diadakannya event otomotif seperti kontes modifikasi atau car meet. Seperti event Wizzy’s Garage 2nd Anniversary dan juga beberapa event otomotif yang lain, mall ini juga menjadi tempat penyelenggaraan Jakarta Auto Modified 2017 yang diadakan oleh komunitas pemilik Toyota Kijang, Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI).

    Meskipun diadakan oleh TKCI, event ini tetap terbuka untuk mobil modifikasi merk dan model lain. Aliran modifikasi juga bebas, namun sebaiknya mengikuti kategori yang telah ditentukan supaya apabila tidak dapat meraih gelar King, setidaknya dapat meraih penghargaan kategori. Satu hal yang pasti, elemen jejepangan otomotif turut hadir dalam acara ini dengan jumlah yang cukup mendukung, meskipun dari segi hype tidak se-tinggi dan sebesar 2 event otomotif di Bekasi yang diadakan pada tanggal 25 Maret silam. Apa sajakah isi dari event ini yang mengarah kepada jejepangan otomotif yang membuatnya menarik untuk ditulis dalam artikel ini? Ini dia!

    Advertisement Inline

    1. Farhan Maulana dan Aksi Drifting

    Sesuai cover posternya, dalam event ini terdapat aksi drifting yang dilakukan oleh drifter lokal Farhan Maulana dengan Nissan Cefiro yang bagian depannya dimodifikasi menjadi menyerupai Nissan Skyline R34. Aksi drifting tersebut dilakukan di jalan raya tepat di depan mall One Belpark hingga membuat sebagian ruas Jl. RS Fatmawati di sekitar mall tersebut harus ditutup sementara waktu untuk memamerkan aksi driftingnya.

    Sayangnya penulis tidak sempat mengabadikan aksi Farhan Maulana ketika melakukan drifting, namun suara mesin 2JZ-GTE-nya yang sangat melengking setelah mobil driftnya digunakan bisa menjadi hiburan tersendiri.

    Setelah melakukan aksi drifting, kepada wartawan sekitar ia juga menunjukkan mobil HR-V miliknya untuk pemakaian non-balap. Mobil tersebut dibuat ceper statis dan bagian rodanya dipasangi pelek aftermarket Enkei tipe RS05RR yang berkarakter racing. Selera jejepangan otomotif sang drifter tidak hanya sampai pada talenta motorsportnya yang berasal dari Jepang, tetapi juga mobil pribadinya.

    Honda HR-V milik Farhan Maulana untuk keperluan sehari-hari

    2. Toyota Kijang Berpelek Aftermarket Jepang

    Di tengah banyaknya anggota TKCI yang memakai pelek Mercedes-Benz, setidaknya ada 2 Toyota Kijang yang tertangkap kamera menggunakan pelek aftermarket Jepang, yakni Toyota Kijang Kapsul dan Toyota Kijang Doyok. Pelek aftermarket Jepang menjadi salah satu pilihan alternatif lantaran cukup banyak pelek aftermarket Jepang dengan baut standar Toyota Kijang yang berjumlah 4 atau bahkan dipakaikan adaptor baut 5 apabila model pelek pilihannya tidak menyediakan spek baut 4 atau tersedia pelek baut 4 namun ukurannya kurang sesuai dengan proporsi spakbor.

    3. Honda Jazz Semua Generasi

    Honda Jazz merupakan salah satu city car terlaris di Indonesia lantaran desainnya yang dinamis dan bodinya yang kompak, namun interior tetap lapang. Mesin mobilnya memiliki keseimbangan antara performa dan konsumsi bahan bakar sehingga relatif mudah diterima oleh berbagai kalangan dari generasi ke generasi. Referensi modifikasi Honda Jazz yang bejibun membuat mobil ini menjadi salah satu objek yang menarik untuk modifikasi, baik dalam rangka menyesuaikan selera maupun keperluan motorsport dan salah satu contohnya ada di event ini. Uniknya, Honda Jazz yang masuk ke event ini datang dari semua generasi dengan model livery yang sama lantaran masih berasal dari satu grup komunitas.

    4. Engine Swap

    Ketika mesin standar sudah tidak mampu lagi untuk di-upgrade ke level yang lebih tinggi, entah karena mesinnya atau ketersediaan parts modifikasinya, engine swap atau ganti mesin merupakan opsi yang paling ampuh untuk menyiasati itu semua, khususnya engine swap dengan mesin yang performanya lebih tinggi. Setidaknya ada beberapa mobil yang hadir dalam event ini yang memakai opsi engine swap.

    Selain Nissan Cefiro yang dipakai untuk aksi drifting, ada juga Nissan Cefiro sebagai peserta kontes yang di-engine swap dengan mesin RB25DET, Toyota Corona yang di-engine swap dengan mesin 1JZ-GTE, hingga Toyota Kijang yang di-engine swap dengan mesin 1JZ-GTE. Mereka melakukan engine swap dengan berbagai faktor, mulai dari sekedar memuaskan performa, kebutuhan motorsport yang membutuhkan mesin yang bertenaga besar namun memiliki daya tahan yang kuat saat terus-terusan digeber, hingga hanya sekedar mengejar nilai kontes modifikasi.

    Yang menarik dari engine swap adalah hal tersebut tidak hanya dilakukan untuk pamer semata, tetapi juga untuk menunjukkan performanya. Ketika digas, suara mesin tersebut berbunyi dengan sangat nyaring, lengkap dengan suara turbonya. Suara nyaring mesin hasil engine swap juga menjadi bagian dari hiburan, seperti ketika Farhan Maulana hendak menjalankan mobilnya untuk melakukan aksi drifting dan juga ketika mobil selesai digunakan.

    5. Tampil Klimis dengan Pelek Mengkilat

    Pelek aftermarket Jepang yang memiliki desain dan karakter yang elegan dengan tampilan yang mengkilat termasuk yang diminati oleh para peserta kontes modifikasi ini. Setidaknya ada 6 mobil yang memakai pelek aftermarket berkarakter elegan, seperti Nissan Teana, Honda CR-V, Toyota Camry, Toyota Rush, bahkan Toyota Avanza.

    Sebetulnya tren pelek seperti itu sudah berlangsung sejak lama, namun peminatnya termasuk yang masih bertahan hingga saat ini, apalagi semenjak pengguna pelek Jepang sudah semakin terwadahi dengan berbagai event, seperti Japanese Wheels Meet-Up yang diadakan pada tanggal 8 April.

    6. JDM Style

    Agar lebih sahih bahwa event ini mengandung unsur jejepangan otomotif, ada 4 mobil yang mengadopsi gaya JDM (Japanese Domestic Market) yang terlihat simpel melalui penggunaan pelek aftermarket Jepang atau pernik eksterior versi mobil yang dijual khusus pasar Jepang. Sebanyak 3 Mitsubishi Galant hadir dalam event ini dengan modifikasi bergaya JDM. Mobil tersebut menggunakan pelek aftermarket buatan Jepang, beberapa pernak pernik Galant versi JDM, dan juga bodykit Galant VR-4, versi terkencang dari Mitsubishi Galant yang dijual di Jepang.

    Selain itu ada Toyota Corolla yang grill-nya diganti dengan grill Toyota Corolla khusus pasar Jepang. Perbedaannya ada pada logo di grill serta beberapa komponen yang berasal dari mobil JDM tersebut. Dengan penampilan seperti itu, mobil tersebut masih bisa dipakai secara harian atau paling tidak relatif masih bersahabat dengan kondisi jalanan di Jakarta pada umumnya.

    7. Sportscar Jepang 2 Pintu (Coupe)

    Sportscar 2 pintu berbodi (coupe) merupakan jenis mobil yang paling dicari oleh pengunjung dalam berbagai event otomotif, lantaran modelnya yang sangat menarik dan bukan menjadi pemandangan sehari-hari di jalanan, khususnya di Jakarta. Dalam event ini, sportscar 2 pintu didominasi oleh mobil-mobil keluaran Eropa, seperti Mercedes-Benz dan Porsche, serta sportscar 2 pintu keluaran Australia, yaitu Holden. Entah kenapa dalam event ini sportscar Jepang 2 pintu hanya satu, yaitu Toyota 86 yang menggunakan pelek merek Racing Dynamics yang biasa dipakai untuk mobil BMW dan widebody-kit buatan perusahaan aftermarket asal Jepang, Rocket Bunny.

    Ditulis oleh: Julfikri Ahmad Mursyid | Panelis “Mengontrol Fanatisme Pop Culture Jepang untuk Masyarakat Indonesia” pada event Road to KAORI Expo, penggemar otomotif lebih dari 10 tahun.

    KAORI Nusantara membuka kesempatan bagi pembaca utk menulis opini tentang dunia anime & industri kreatif Indonesia. Opini ditulis 500-1000 kata dlm bhs Indonesia/Inggris & kirim ke opini@kaorinusantara.or.id

    Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.