BAGIKAN
Budi Noviantoro Menjadi Plt Dirut KAI
(Dari kiri ke kanan) Direktur bidang Logistik dan Pengembangan KAI Budi Noviantoro, Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo, Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Bambang Eko M, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Direktur Aset & Bangunan KAI Dody Budiawan, Direktur SDM & Umum KAI Apriyono Wedi C dan Direktur Pengelolaan Sarana KAI Azahari, berfoto bersama usai Public Expose di Jakarta, Kamis (19/10). (ANTARA FOTO/Audy Alwi)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menerbitkan surat utang / obligasi korporasi dengan nilai 2 triliun rupiah dan akan segera melepasnya bulan November tahun ini. Penerbitan obligasi ini dipergunakan untuk memperkuat kondisi finansial  serta untuk mendukung pembiayaan pembangunan sejumlah proyek operator plat merah tersebut.

“Kita mengantisipasi banyak hal. Bayangkan LRT itu Rp27,5 triliun, sementara aset KAI Rp27,3 triliun. Kita harus hati-hati mengelola ini, kita harus jamin sumber dana bagus sehingga penugasan pemerintah bisa selesai dengan baik untuk masa depan negeri,” ujar Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo usai rapat kepatutan penawaran obligasi KAI, Kamis (19/10), dilansir dari laman bisnis.com,

Obligasi perdana KAI akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan tenor 5 tahun dan Seri B dengan tenor 7 tahun. Belum diputuskan berapa alokasi masing-masing tenor, tetapi totalnya akan mencapai Rp2 triliun. Indikasi kupon per tahun untuk kedua seri tersebut adalah 7,25%-8,00% untuk Seri A dan 7,50%-8,35% untuk Seri B. Bunga obligasi dibayarkan triwulan 30/360 sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Tawaran kupon tersebut sesuai dengan peringkat yang dikantongi perseroan dari Pefindo, yakni AAA dengan outlook stabil. Pada penerbitan obligasi perdana ini, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksanaan emisi.

Advertisement Inline

Didiek mengatakan, dengan peringkat yang bagus dan kinerja perseroan yang cukup baik selama ini, minat terhadap obligasi ini akan tinggi. Sebagai gambaran, pendapatan, laba bersih, aset dan ekuitas perseroan pada 2012-2016 tumbuh dengan CAGR masing-masing 20,04%, 24,41%, 29,41% dan 16,22%.

Untuk alokasi dana Obligasi tersebut, sebesar 55 persennya akan dimanfaatkan untuk penyelesaian proyek kereta bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Selebihnya akan digunakan untuk pengadaan sarana kereta penumpang baru.

Adapun obligasi perdana perseroan mulai proses bookbuilding sejak Kamis (19/10/2017) hingga Kamis (2/11/2017). Pernyataan efektif dari OJK harapannya bisa diperoleh pada Senin (13/11/2017) dan masa penawaran umum pada 14-16 November 2017. Obligasi ini akan mulai dicatatkan di BEI pada Rabu (22/11/2017).

Selain Obligasi perseroan, PT KAI juga akan menjajaki opsi lain dalam hal pendanaan modal, seperti Obligasi Global dengan Denominasi rupiah (Komodo Bond), atau opsi Melantai di Bursa Saham Indonesia (BEI) dengan melakukan Penawaran Saham Perdana/Initial Public Offering (IPO). Meskipun perseroan memiliki peluang untuk potensi mekanisme pendanaan lainnya, namun perseroan tidak akan mengambil kebijakan tersebut dalam waktu dekat, karena akan menimbang terlebih dahulu mekanisme mana yang lebih efisien dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Cemplus Newsline by KAORI Nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.