BAGIKAN
Diesel Hidrolik Buatan Indonesia
Penandatanganan kontrak antara PNR dan INKA di Manila. | Foto: Kementerian BUMN.

Setelah sebelumnya resmi memesan dua unit rangkaian Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), kini Philippine National Railway (PNR) kembali memesan armada baru, kali ini lokomotif diesel hidrolik buatan Indonesia yang dipilih untuk memperkuat armada Philippine National Railway (PNR).

Hal ini dipastikan dalam kontrak pembelian yang ditandatangani pada Senin (28/5) oleh General Manager Phillipine National Railway (PNR), Junn Magno dan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro, serta disaksikan oleh Menteri Transportasi Filipina Arthur Tugade dan Menteri BUMN Rini Soemarno beserta pejabat lain dari kedua negara.

Baca juga: Mantap! Filipina Memesan Kereta Rel Diesel Elektrik Dari INKA.

Advertisement Inline

Dalam kontrak tersebut, PNR membeli 3 unit lokomotif diesel hidrolik dan 15 unit kereta penumpang dengan nilai kontrak USD26,1 juta, selain itu PNR juga memesan kembali KRDE sebanyak 4 rangkaian dengan nilai kontrak sebesar USD21,4 juta. Nantinya KRDE yang dipesan oleh PNR akan dioperasikan untuk rute komuter Tutuban – Alabang yang selama ini dilayani oleh eks JR 203 yang ditarik oleh lokomotif. Keseluruhan pesanan tersebut akan selesai diproduksi pada 2020 mendatang.

Dua lokomotif CC 300 di lintas Surabaya – Malang, lokomotif CC 300 merupakan lokomotif diesel hidrolik buatan INKA | Foto: Reza Aditya

Dalam kesempatan tersebut, Junn Magno selaku General Manager PNR mengungkapkan bahwa pembelian kereta dari Indonesia merupakan tonggak sejarah untuk PNR karena ini kali pertama PNR membeli armada baru setelah 40 tahun.

INKA sendiri sudah dipercaya untuk memenuhi pengadaan rangkaian kereta dalam negeri. Sebelumnya INKA juga pernah memenuhi pesanan ekspor kereta penumpang ke Malaysia dan Bangladesh, serta gerbong barang ke Australia, Thailand, dan Singapura.

Cempus Newsline by KAORI

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.