BAGIKAN
jakarta osoji club

Perhelatan Ennichisai 2019 telah resmi dibuka pada 22 Juni 2019, dan akan berakhir pada 23 Juni 2019. Perhelatan Ennichisai di tahun 2019 ini juga merupakan perayaan satu dasawarsa di mana event besar ini menghibur banyak orang yang datang ke kawasan Blok M Square. Sama seperti Ennichisai-Ennichisai sebelumnnya, Ennichisai 2019 tetap ramai dipadati pengunjung.

Tentu saja di tengah-tengah keramaian tersebut, kebersihan akan menjadi masalah tersendiri di Ennichisai 2019. Dan demi mengatasi masalah kebersihan, di samping tempat sampah permanen yang sudah ada, panitia turut menyiapkan sejumlah tempat sampah kardus yang disumbang oleh Oriental Asahi JP dan Fukusuke Kogyo Indonesia, sebagai tempat sampah tambahan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah sampah yang ada. Tempat sampah-tempat sampah kardus ini disebar di sejumlah titik di Ennichisai.

Selain tempat sampah tambahan, relawan dari Jakarta Osoji Club dan Bogor Osoji Club turut berpartisipasi dalam memungut sampah yang ada, sembari mengingatkan kepada para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya. Para relawan Osoji Club ini memang kerap kali berpartisipasi menjaga kebersihan setiap kali perhelatan Ennichisai digelar.

Advertisement Inline

Baca juga:

Sepekan Sebelum Ennichisai 2019, Tim Ennichisai Turut Bersih-Bersih Blok M

KAORI Nusantara sempat berbincang-bincang dengan tim relawan dari Osoji Club ini. Salah seorang relawan, Ayu menyebutkan bahwa kesadaran pengunjung Ennichisai 2019 untuk buang sampah di tempatnya sebenarnya sudah cukup bagus, terutama untuk membuang sampah makanan pada tempatnya. Namun untuk sampah-sampah kecil seperti sedotan ataupun plastik masih banyak yang berserakan. Itu yang masih menjadi masalah.

Masalah lainnya adalah tempat sampah sementara yang kini hanya disediakan satu jenis saja. Jika pada Ennichisai-Ennichisai sebelumnya panitia menerapkan sistem dua jenis tempat sampah sementara, yaitu untuk sampah organik dan anorganik, maka tahun ini hanya ada satu jenis tempat sampah sementara saja, di mana semua sampah, baik organnik maupun anorganik menjadi satu. Hal ini sengaja dilakukan karena rupanya budaya membuang sampah secara terpisah antara organik dan anorganik masih belum terbentuk dengan benar, termasuk di kalangan pengunjung Ennichisai, di mana mereka tidak memedulikan beda sampah organik dan anorganik, dan cenderung asal membuangnya saja. Karenanya membuat dua jenis tempat sampah pada akhirnya dipandang “percuma”, bahkan menempatkan dua tempat sampah di satu titik dianggap memakan tempat. Akhirnya diputuskanlah tempat sampah-tempat sampah sementara yang disediakan hanya akan dipasang satu saja di tiap-tiap titik. Hal ini tentunya akan menyulitkan para petugas dan relawan kebersihan saat menyortir sampah, dan memisahkan yang organik dan anorganik lainnya. Ironisnya, di beberapa titik memang terdapat dua tempat sampah sementara yang dipasang, namun keduanya sama sekali tidak ditujukan untuk dua jenis sampah yang berbeda, melainkan sama-sama tempat sampah campur.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam menjaga kebersihan Ennichisai 2019, tim relawan Osoji Club dibagi menjadi 10 lebih grup, dan masing-masing grup bergantian ke seluruh area yang ada. Ke depannya mereka berharap supaya acara-acara seperti ini akan terus ada, dan pengunjung akan semakin sadar akan kebersihan, terutama sampah, sekecil apapun harus buang di tempatnya.

Wah, selamat berjuang ya!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.