RTV, atau Rajawali TV, atau Rajawali Televisi, stasiun televisi yang dikelola oleh Rajawali Corpora ini tengah menjadi primadona bagi sejumlah penyuka Jejepangan di Indonesia. Pasalnya selama 2 tahun terakhir ini, Rajawali Televisi cukup getol menayangkan sejumlah tayangan hiburan dari Jepang seperti anime, dan terutama tokusatsu. Sejumlah seri-seri tokusatsu seperti Kamen Rider, Super Sentai, hingga Ultraman terus ditayangkan secara reguler oleh RTV hingga sekarang. Sejumlah animepun juga silih berganti ditayangkan di RTV seperti My Hero Academia hingga Sailor Moon Crystal yang masih ditayangkan sampai sekarang. Hal ini menjadikan stasiun televisi yang dahulu bernama B Channel ini seolah menjadi “surga” bagi insan-insan yang merindukan tayangan-tayangan hiburan dari Jepang seperti anime dan terutama tokusatsu di televisi, di tengah surutnya popularitas tayangan-tayangan tersebut di stasiun televisi lainnya.

Namun jauh sebelum “masa kejayaan” tersebut, rupanya stasiun TV yang berdiri sejak tahun 2008 sebagai B Channel, dan direbrand menjadi RTV pada tahun 2014 ini juga sudah pernah menayangkan beberapa judul anime dari Jepang. Anime-anime tersebut ditayangkan secara sporadis dari rentang waktu tahun 2014 hingga tahun 2018 yang merupakan awal dari “masa kejayaan” tokusatsu dan anime RTV hingga sekarang. Yang menarik, tidak seperti sekarang di mana RTV telah mempercayakan secara penuh studio Erfas untuk mendubbing tayangan anime dan tokusatsu mereka, sejumlah anime-anime yang ditayangkan sebelumnya rupanya didubbing oleh studio-studio lain di luar Erfas. Apa sajakah anime-anime yang pernah ditayangkan RTV sebelum “masa kejayaannya tersebut”? Inilah beberapa di antaranya:

Giant Killing (2014)

Giant Killing merupakan salah satu anime pertama yang pernah ditayangkan oleh RTV, tak lama setelah stasiun televisi tersebut direbranding dari nama asalnya, yakni B Channel. Anime ini ini dahulu ditayangkan pada bulan Juni tahun 2014, hanya sebulan setelah B Channel direbranding menjadi Rajawali Televisi. Saat itu Giant Killing didubbing oleh studio Power Vision dengan jajaran seiyuu Salman Borneo, mendiang Oscar Adi Nugraha Sitompul, Ade Bibier Kurniawan, Solihin Bumi, Arfino Irtondo, Boy Tunjuk, Desy Rere.

Giant Killing diangkat dari Komik berjudul sama karya Masaya Tsunamoto selaku penulis dan Tsujitomo selaku ilustrator. Bercerita mengenai perjuangan Takeshi Tatsumi (Seiyuu : Salman Borneo) dalam mengelola klub sepakbola East Tokyo United (ETU) yang tengah terpuruk. Komiknya sendiri pernah mendapatkan penghargaan Kodansha Manga Award pada tahun 2010 untuk kategori Best General Manga. Intip ulasan KAORI atas anime Giant Killing berikut ini:

Ulasan Anime Giant Killing: Pelatih Muda yang Membawa Tim Sepak Bola Menuju Kejayaan

Wasimo (2016)

Inilah anime yang sempat luput dari perhatian KAORI saat tayang di RTV pada tahun 2016 lalu. Sebuah anime keluaran tahun 2014 yang berkisah mengenai sesosok robot nenek bernama Wasimo yang diciptakan untuk menghibur Hiyori yang baru saja kehilangan neneknya. Penonton akan disuguhkan dengan beragam kisah-kisah jenaka dari si robot nenek Wasimo di setiap episodenya. Anime Wasimo sendiri juga didubbing di studio Power Vision dengan jajaran seiyuu Ratna Kanaya sebagai Wasimo & narator, Yana Nurjanah sebagai Hiyori, Ade Bibier Kurniyawan sebagai ayah Hiyori dan pak Guru, Dicky Nube sebagai Kakek Hajime, Esti Sanggar sebagai Masao, dan Fatimah Az-zahra sebagai ibu Hiyori dan Rinko.

Saint Seiya Omega (2017)

Saint Seiya Omega, salah satu versi anime dari serial legendaris Saint Seiya ini pernah ditayangkan oleh RTV pada tahun 2017 lalu. Saint Seiya Omega sendiri diceritakan zaman 25 tahun setelah kisah Saint Seiya. Kali ini dikisahkanlah para Saint generasi baru, salah satunya bernama Koga yang akan memulai petualangan barunya dalam melindungi Athena. Anime ini sendiri di Jepang diputar pada tahun 2012 hingga 2014 lalu, dan sempat diadaptasi pula menjadi komik pada tahun 2013 oleh Bau. Untuk dubbingnya, kali ini RTV mempercayakan BOZZ Channel untuk mendubbing anime ini ke dalam bahasa Indonesia, dengan jajaran seiyuu Hardi, Kamal Nasuti, Mohammad Romli, Hari Suseno, mendiang Awang Hermawan, Jessy Millianty, dan Sani Oktania.

7 Satria (2017)

7 Satria merupakan proyek kerjasama antara studio anime asal Malaysia, Funcel, dengan studio anime asal Jepang, Gonzo. Anime ini bersetting di masa kejayaan Kerajaan Malaka, dan berjumlah 26 episode. Dalam anime ini dikisahkan mengenai petualangan Hang Tuah bersama para Satria dari ketujuh elemen, demi menyelamatkan Putri Hang Li Po yang tengah diculik gerombolan penjahat Suliman, dan juga melindungi kedaulatan Kerajaan Malaka. Karena merupakan produk Malaysia untuk pasar penonton di Malaysia, maka 7 Satria ditayangkan dengan bahasa Malaysia. Di Indonesia sendiri, 7 Satria ditayangkan pada tahun 2017 lalu, hampir bersamaan dengan ditayangkannya anime Saint Seiya Omega. Keduanya ditayangkan oleh RTV dengan embel-embel program “Super Anime”. Dan RTV sendiri memutuskan untuk tidak mendubbingnya ke dalam bahasa Indonesia, dan tetap menayangkannya dengan bahasa aslinya, yaitu bahasa Malaysia.

Chibi Maruko-chan dan Hachi (2018)

anime rtv

Kedua anime ini sejatinya merupakan awal dari “masa kejayaan” RTV. Chibi Maruko-chan ditayangkan mulai April 2018, dan Hachi ditayangkan mulai Juni 2018. Tahun 2018 adalah tahun awal di mana RTV mulai melirik program-program hiburan dari Jepang untuk di kemudian hari menjadi salah satu program tayangan reguler dan unggulan mereka saat ini. Dan semua itu dimulai dari Chibi Maruko-chan dan Hachi. Sebuah hal menarik di mana pada awalnya RTV mencoba “bermain aman” dengan menayangkan anime yang pernah populer di televisi Indonesia. Tayangnya Chibi Maruko-chan sendiri juga adalah awal dari “era Erfas” di mana anime Chibi Maruko-chan versi RTV ini didubbing oleh studio Erfas, yang kini menjadi langganan mendubbing anime dan tokusatsu di RTV. Oleh Erfas, sosok Maruko yang dahulu diperankan oleh Fransiska Anita Dewi Wijaningsih, kini diperankan oleh Dewi Moe. Lalu Wan Leony Mutiarza memerankan Ibu Maruko, dan Harry Suseno memerankan Ayah Maruko. Seiyuu lain yang turut bermain di anime ini adalah Ojay S. Surianata sebagai kakek Maruko, Nining Yuningsih sebagai kakak Maruko, Jane Leisilla Zahara, Kuswayanti Woro Dewi, Deden, dan sejumlah nama lainnya. Sayangnya tidak ada informasi yang jelas di mana RTV mendubbing anime Hachi. Anime Chibi Maruko-chan sendiri masih ditayangkan di beberapa kesempatan, bahkan hingga pertengahan tahun 2020. Kini meski sudah tidak tayang lagi, namun publik masih bisa menonton anime Chibi Maruko-chan secara resmi di akun youtube resmi yang dikelola oleh Goshen Media.

Begitulah sejumlah anime yang pernah ditayangkan oleh stasiun televisi Rajawali Televisi atau RTV, sebelum mereka menjadi primadona penyuka Jejepangan di Indonesia seperti sekarang. Namun ternyata bukan cuma itu saja. Berikut juga beberapa film maupun serial buatan Jepang yang pernah ditayangkan di RTV sebelum tahun 2018:

Tales from Earthsea (2016)

Film layar lebar karya Studio Ghibli yang dirilis di Jepang tahun 2006 ini juga sempat ditayangkan oleh RTV pada tahun 2016. Bahkan sejumlah saksi mata juga mengklaim bahwa Tales from Earthsea juga pernah ditayangkan RTV pada tahun 2014. Film ini ditayangkan di RTV dengan dubbing dalam bahasa Indonesia. Namun tidak jelas studio mana yang mendubbingnya. Saat ini, film-film karya studio Ghibli sendiri memiliki 2 versi dubbing bahasa Indonesia, yaitu versi Disney Channel dan versi Netflix. Entah apakah RTV memiliki versi dubbingnya sendiri, atau mereka mendapatkannya via Disney Channel.

Itazura na Kiss: Love in Tokyo (2014)

rtvSalah satu adaptasi drama dari serial komik Jepang populer Itazura na Kiss ini pernah ditayangkan oleh RTV pada November 2014 lalu. Diangkat dari komik karya Kaoru Tada, Love in Tokyo bercerita mengenai Kotoko Aihara. Seorang cewek yang manis dan ceria. Sejak masuk Sekolah Menengah Atas, Ia naksir seorang cowok bernama Naoki Irie. Naoki adalah siswa teladan di sekolahnya sementara Kotoko bukanlah siswa yang cemerlang dalam bidang akademik. Kotoko pernah menyatakan perasaannya pada Naoki, namun di tolak secara kasar karena Naoki tidak senang dengan cewek bodoh. Pada suatu Hari, rumah Kotoko mendadak hancur lebur karena sebuah kejadian. Teman ayahnya menawari mereka untuk tinggal di rumahnya. Tanpa diketahui oleh Kotoko, teman ayahnya adalah ayah Naoki. Kini setelah mereka tinggal serumah, apakah hubungan mereka akan tetap sama, atau akan menjadi lebih dari sebelumnya? Komik Itazura na Kiss sendiri sebelumnya pernah diangkat menjadi Anime dan juga versi drama yang pernah ditayangkan di salah satu televisi swasta di Indonesia pada awal tahun 2000an. Adapun Love in Tokyo adalah versi drama yang dirilis di Jepang pada tahun 2013 dengan menampilkan para pemain seperti Miki Honoka, Yuki Furukawa, Yuki Yamada, dan sejumlah nama lainnya.

Itazura na Kiss: Love in Tokyo didubbing ke dalam bahasa Indonesia oleh PT. Arum Citra Mandiri. Adapun beberapa seiyuu yang ikut bermain di sini di antaranya adalah Merysha Chandra, Mohammad Romli, Devi Kania, Lis Kurniasih, Edy Rahmat, Turie Sandos, Barkah dan nama-nama lainnya.

Beautiful Rain (2015)

Satu lagi serial drama Jepang yang luput dari perhatian KAORI. Beautiful Rain, kisah seorang ayah yang merawat anaknya seorang diri, padahal dirinya sendiri juga tengah mengidap penyakit ini pernah ditayangkan oleh RTV pada tahun 2015 dan 2016. Sayangnya, sampai saat ini RTV masih belum lagi tertarik untuk menyiarkan seri-seri drama asal Jepang.

Begitulah sejumlah film-film buatan Jepang, baik itu anime maupun drama yang pernah ditayangkan di Rajawali Televisi, atau Rajawali TV, atau RTV, sebelum mereka kini “resmi” menjadi stasiun TV anime dan tokusatsu. Daftar-daftar di atas mungkin hanya sedikit dari apa yang sebelumnya pernah ditayangkan oleh RTV. Mungkin juga ada beberapa judul lainnya yang luput dari perhatian KAORI, seperti halnya Wasimo yang sempat luput dari perhatian KAORI. Apalagi KAORI juga tidak memiliki data apakah sebelumnya B Channel juga pernah menayangkan film buatan Jepang juga atau tidak. Karenanya, bagi yang pernah mengetahui ada film-film asal Jepang yang pernah ditayangkan di RTV sebelum tahun 2018, ataupun ketika masih bernama B Channel, dan ternyata tidak terdaftar dalam artikel ini, jangan lupa untuk memberitahukannya melalui komentar. Namun terlepas dari pada itu, di tengah gencarnya RTV saat ini menayangkan anime dan tokusatsu, semoga saja seri-seri yang disebut di atas suatu saat juga bisa ditayangkan kembali oleh RTV.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.