BAGIKAN

reon

Penasaran seperti apa dunia dubbing di Indonesia dan bagaimana cara para dubber bisa membuat suara yang unik? Semuanya dibahas dalam seminar seiyuu yang diadakan di Gelar Jepang Universitas Indonsia 23. Berikut hasil laporan acara salah satu staff KAORI Nusantara yang meliput ke sana.

Seminar seiyuu yang diadakan pada hari Sabtu 4 Oktober 2017 ini menghadirkan empat orang seiyuu profesional yang terdiri dari Hardi dan Marin yang merupakan seiyuu karakter Adimas dan Adelia dalam sandiwara suara/comic dub dari komik My Pre-wedding, serta seiyuu Naruto dalam serial anime Naruto, Hana Bahagiana, di mana ketiganya menjadi pembicara dalam seminar ini. Selain pada seminar ini akan hadir juga Joy, pentolan grup INA FANDUB, yang juga pernah menjadi seiyuu dari anime Battle of Surabayasekaligus otak dari Samurai Reject yang memproduksi sandiwara suara/comic dub dari komik My Pre-wedding.

Mereka semua berbagi cerita dan sharing tentang kehidupan seiyuu di Indonesia termasuk tips dan trik menjadi seorang Seiyuu.

Awal Mula Menjadi Seiyuu

Sesi awal dari seminar seiyuu dibuka dengan berbagai pengalaman para seiyuu tentang bagaimana mereka pada akhirnya bisa menjadi seorang Seiyuu. Setiap Seiyuu memiliki pengalaman yang berbeda dan menarik, seperti misalnya Hana Bahagiana, salah satu seiyuu professional yang telah menyuarakan banyak karakter terkenal seperti Naruto, Hachi ataupun Monkey D. Luffy. Ia pertama kali menjadi seorang seiyuu karena dipilih untuk mengisi salah satu suara karakter yang kosong saat menemani salah seorang temannya ke studio rekaman. Selain itu, dirinya juga mulai dikenal oleh para produser televisi yang membuatnya mulai rutin diminta untuk mengisi suara oleh mereka, salah satunya adalah diminta untuk mengisi suara Naruto.

Hana Bahagiana (kiri) dan Marin (kanan)

Tidak jauh berbeda dengan 3 seiyuu lainnya. Marin, Joy dan Hardi pun dapat menjadi seorang Seiyuu karena memang sering bermain ke Studio rekaman dan mengenal beberapa orang di Studio tersebut yang membuat mereka diberikan kesempatan untuk mengisi Seiyuu untuk karakter dalam film.

Dari cerita yang mereka bagikan kepada para pengunjung di seminar tersebut, dapat ditarik kesimpulan singkat bahwa pentingnya mencoba untuk bermain ke studio rekaman. Karena selain dapat mengenal bagaimana suasana studio berserta peralatannya, kita juga dapat mengenal para produser dari rumah produksi yang mungkin saja mencari seorang seiyuu untuk film yang akan mereka bawa ke Indonesia. Dengan bermain ke studio rekaman dapat membuat kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjadi Seiyuu Profesional.

Joy (kiri) dan Hardi (kanan)

Dikenali Oleh Suara

Salah satu pengalaman menarik lainnya yang diceritakan oleh Hana Bahagiana adalah dirinya pernah beberapa kali dikenali sebagai pengisi suara dari karakter film di Indonesia. Seperti misalnya beliau menceritakan pengalamannya di sebuah halte saat berbicara dengan calon penumpang  lain yang sedang menunggu datangnya Bis, orang tersebut berkata bahwa suaranya sangat mirip dengan karakter Naruto dari seri animasi Naruto.

Tidak hanya Hana Bahagiana. Saat mendengar suara Marin dan Hardi, penulis langsung mengenali mereka sebagai seiyuu dari Adimas dan Adelia dari seri My Pre-Weeding, bahkan chemistry yang dirasakan dari keduanya pun tidak jauh berbeda dari Adimas dan Adelia.

Marin (kiri) dan Joy (kanan)

Tanpa disadari, terkadang image karakter yang disuarakan akan melekat kepada sang Seiyuu.

Serunya menyaksikan Live Reading para Seiyuu

Sesi yang paling menarik dari Seminar Seiyuu ini adalah sesi Live Reading. Pada sesi pertama live reading, dilakukan oleh salah seorang peserta seminar yang mendubbing suara dari seri anime Love Live School Idol Festival dengan karakter Umi Sonoda. Sang peserta dapat dengan baik menyuarakan suara Umi Sonoda dengan cukup baik, bahkan Joy pun memberikan komentar bahwa dia memiliki suara yang kawaii.

Berlanjut ke sesi kedua, saat Hana Bahagiana, Marin dan Hardi yang melakukan aksi live reading dengan menyuarakan salah satu scene dari seri Naruto dengan karakter sebagai berikut:

  • Kak Hana sebagai Naruto
  • Kak Marin sebagai Sakura
  • Kak Hardi sebagai Sasuke

Live reading kemudian dilanjutkan dengan Joy yang mencoba menyuarakan karakter Eren dari seri Attack on Titan.

Pada sesi ini, para peserta seminar hampir seluruhnya terhibur dan berfokus memperhatikan mereka bertiga selama sesi Live Reading. Bisa dikatakan sebagian besar dari peserta berusaha untuk menyimak dan mempelajari secara langsung bagaimana para Seiyuu melakukan proses dubbing secara langsung. Penulis sendiri yang pertama kali melihatnya secara langsung merasa kagum dengan kehebatan mereka yang mampu menyuarakan karakter-karakter tersesebut dengan sangat baik.

Pada sesi ketiga, diberikan kesempatan kepada tiga peserta yang ingin mencoba proses dubbing dengan scene dan karakter yang sama dengan sesi kedua dan diakhir sesi adalah komentar dan masukan kepada para peserta yang sudah mencoba live reading.

Penutup

Terlepas dari sekilas tentang cerita kehidupan para seiyuu, menjadi seorang seiyuu memiliki lika-liku kehidupannya tersendiri, walaupun memiliki jam kerja dan sering diminta untuk menghadiri beberapa acara atau seminar dibanyak tempat. Seorang seiyuu juga harus bisa menghadapi permasalahan yang kadang terjadi seperti misalnya proses dubbing yang telat dan tidak berjalan sesuai jadwal ataupun proses lainnya pada saat proses rekaman produksi. Walaupun pada akhirnya permasalahan yang dihadapi tidak akan terasa memberatkan jika memang kita suka menyukai dan bermimpi menjadi seorang Seiyuu.

Selain itu, bagi yang masih berjuang dan berusaha untuk menjadi seorang seiyuu jangan pernah berhenti untuk berlatih vocal ataupun artikulasi karena hal tersebut akan sangat membantu nantiinya, Menghindari makan-makanan yang berminyak sebelum melakukan rekaman dan juga mengenali karakter yang akan disuarakan juga akan sangat membantu dalam proses perekaman nantinya.

Akhir kata, walaupun ada beberapa hal yang tidak menyenangkan yang harus dilalui jika ingin menjadi seorang Seiyuu handal, namun, jika kita menyukai hal tersebut maka jangan pernah menyerah untuk menggapainya. Karena jika usaha keras yang kita lakukan diakan pernah mengkhianati dan akan berbuah manis pada akhirnya.

Intip juga video dari seminar ini yang diunggah oleh Joy, sang otak di balik Samurai Reject:

KAORI Newsline | Oleh Ahmad Faisal