BAGIKAN
Eksterior bus Metro Trans merk Scania K250UB | Foto: Fasubkhanali

Pada Senin (20/11) PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melakukan uji coba bus untuk 2 layanan terbarunya yaitu Metro Trans dan Royal Trans. Kedua layanan ini merupakan jenis layanan terbaru yang diluncurkan oleh TransJakarta.

Metro Trans merupakan layanan khusus bus kota berlantai rendah (Low-Deck). Layanan ini berbeda dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta yang memiliki halte berlantai tinggi dan memiliki jalur khusus bus (Busway). Bus Metro Trans akan beroperasi di jalur reguler dan berhenti di halte bus maupun plang bus stop yang telah disediakan.

Pada uji coba kali ini, Transjakarta menguji coba 4 bus low-deck. Keempat bus tersebut yaitu 2 unit bus Scania K250UB dan 2 unit bus Mercedes Benz O500U 1726. Bus-bus ini diuji coba sebagai armada bus gratis dengan nomor rute GR1 (Harmoni – Bundaran Senayan). Rute GR1 merupakan rute yang dilayani oleh bus gratis sebagai alternatif transportasi bagi mereka yang terkena imbas larangan kendaraan bermotor roda dua sepanjang Sudirman – Thamrin.

KAORI berkesempatan untuk mencoba kedua jenis bus kota berlantai rendah pertama di Indonesia ini. Pertama, KAORI mendapatkan bus Metro Trans bermerk Scania dengan nomor lambung TJ-0658. Mengawali perjalanan dari halte Tosari, kesan mewah dan takjub dengan bus ini tidak dapat disembunyikan. Petugas Onboard mempersilakan penumpang untuk masuk ke dalam bus lewat pintu depan dikarenakan pintu tengah merupakan akses keluar penumpang. Selain itu, pintu tengah juga digunakan sebagai pintu akses keluar-masuk bagi penumpang berkursi roda dengan bantuan ramp yang ada di dekat pintu. Setiap penumpang yang naik mendapatkan lembaran tiket. Jika nanti bus ini telah beroperasi secara reguler, setiap penumpang wajib melakukan tap in dan out saat naik maupun turun dari bus di alat yang nanti akan disediakan.

Selama di perjalanan, terlihat petugas Onboard mengarahkan penumpang untuk selalu masuk dari pintu depan dan turun di pintu tengah. Setiap ada penumpang pria masuk, petugas Onboard juga mengarahkan penumpang tersebut untuk duduk di area tengah-belakang dikarenakan area depan-tengah merupakan Ruang Khusus Wanita (RKW). Hal ini cukup aneh karena bus kota selayaknya tidak ada RKW. Dalam uji coba ini juga telihat staff dari Laksana sebagai karoseri pembuat bus dan staff dari United Tractor selaku Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Scania.

Kenyamanan bus ini juga tak perlu diragukan. Suspensi udara yang empuk serta bisa mengatur ketinggian dan memiringkan bus saat berhenti membuat bus ini sangat halus dikala berjalan. Pada masa uji coba ini, informasi pemberhentian bus masih disampaikan secara verbal oleh petugas Onboard. Selain itu, fasilitas tombol stop sebagai pemberitahuan kepada pengemudi atau petugas di saat ada penumpang yang ingin turun juga masih belum disosialisasikan. Akhirnya, bus pun tiba di tujuan akhir yaitu Bundaran Senayan.

Berlanjut ke halaman 2