BAGIKAN
rangakaian kereta angkutan bijih besi milik BHP Billiton (Railpictures.net/ Charlie Harris)

Kecelakaan kereta api angkutan barang “yang disengaja” terjadi hari senin (5/11) di 119 km selatan Port Hedland, sebuah kota pelabuhan di Australia Barat. Kecelakaan terjadi pada angkutan hasil tambang milik perusahaan pertambangan BHP Billiton.

Kejadian yang terjadi pada pukul 05.30 waktu setempat, melibatkan 4 Lokomotif dan 268 gerbong berisi bijih besi dengan panjang rangkaian kereta ±3km. Rangkaian kereta ini rencananya akan menempuh perjalanan dari Tambang “Mining Area C” menuju Port Hedland, dimana ditengah perjalanan sang masinis menghentikan kereta karena ada kerusakan pada salah satu gerbong. Saat masinis turun untuk memeriksa, kereta justru berjalan meninggalkan sang masinis.

rangakaian kereta angkutan bijih besi milik BHP Billiton (Railpictures.net/ Charlie Harris)

BHP Billiton akhirnya mengambil keputusan untuk “menganjlokkan paksa” kereta tersebut setelah melaju hampir 92km dari lokasi terakhir. “penganjlokkan” dilakukan dengan mengubah arah jalannya kereta menuju jalur badug (buntu) dengan menggeser posisi wesel/percabangan yang dikontrol langsung dari Integrated Remote Operations Centre (Pusat Operasi Terpadu Jarak Jauh) milik BHP Billiton di Perth.

Akibat kejadian ini, jalur kereta dari dan menuju tambang BHP di Australia Barat terputus sehingga mengganggu arus pengiriman dan pengapalan bijih besi dari tambang BHP Billiton di Newman menuju pelabuhan Nelson Point dan Finucane Island di Port Hedland. Juru Bicara BHP Billiton menyatakan bahwa jalur kereta sepanjang 1,5 km hancur, dan dibutuhkan waktu 1 minggu untuk perbaikan. Tiada korban jiwa dalam kejadian ini. Australian Transport Safety Bureau (Biro Keselamatan Transportasi Australia) bergerak cepat dengan melakukan investigasi mendalam atas kasus ini. Menurut juru bicara ATSB, Hasil investigasi akan diumumkan pada kuartal kedua 2019.

Kejadian ini  mengingatkan kita pada kejadian serupa di Amerika Serikat, dimana sebuah kereta barang CSX 8888 yang mengangkut kargo dan material berbahaya “bablas” tanpa masinis dan melewati pemukiman padat penduduk. Kejadian itu pula yang mengilhami film berjudul “Unstoppable”, yang merupakan film terakhir hasil garapan produser ternama, Tony Scott.

Cemplus Newsline by KAORI | Rizky Apriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.