Doraemon, serial anime yang satu ini memang begitu populer di Indonesia. Merupakan salah satu serial anime tertua dan terlama yang pernah tayang di Indonesia, dan masih ditayangkan hingga saat ini. Hingga saat ini ribuan pemirsa di Indonesia masih tetap setia menyaksikan kisah-kisah serunya yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI setiap hari Minggu pagi.

Sebagaimana lazimnya anime, maupun tayangan asing berbahasa non-Indonesia dan non-Inggris di Indonesia, penayangan Doraemon turut didubbing dialognya dari bahasa aslinya yaitu Jepang, ke dalam bahasa Indonesia. Berbagai seiyu di Indonesia lintas generasi telah turut andil dalam mendubbing anime ini ke dalam bahasa Indonesia, di mana penayangan anime ini di Indonesia memang sudah mengalami beberapa kali pergantian personel seiyu. Adapun jajaran seiyu yang bermain di Doraemon saat ini adalah jajaran generasi ketiga yang telah bermain di anime Doraemon sejak tahun 2008. Berikut adalah para seiyu anime Doraemon generasi ketiga yang saat ini aktif dan suaranya bisa terdengar setiap hari Minggu pagi di anime Doraemon:

Dana Robbyansyah sebagai Doraemon

Photo courtesy of Aji Darma Susanto

Dana Robbyansyah adalah salah seorang seiyu anime Doraemon, di mana dirinya berperan sebagai Doraemon, sang robot kucing berwarna biru yang tersohor itu. Ia tak lain dan tak bukan adalah putra dari Nurhasanah sang seiyu Doraemon terlama di Indonesia. Peran Doraemon tersebut telah dilakoninya sejak tahun 2018 lalu hingga sekarang, menggantikan sang ibu.

Dana Robbyansyah sendiri menjadi seiyu Doraemon dalam sebuah “kecelakaan”. Awal mula dirinya mewarisi peran sang ibu boleh dibilang terjadi secara tak sengaja. Sebelumnya, Dana sendiri memang kerap kali mengantarkan ibunya ketika sang ibu akan mengisi suara Doraemon. Tak disangka suatu hari sejumlah kolega Nurhasanah sempat memergoki Dana yang sempat mencoba menirukan suara sang ibu, dan ternyata sangat mirip. Jadilah ketika Nurhasanah akhirnya pensiun seiring dengan kondisi kesehatannya yang menurun, Danapun dicasting untuk menggantikan peran sang ibu, dan berhasil terpilih, dan meneruskan jejak sang ibu hingga kini. Yang menarik, hingga sekarang masih ada beberapa kalangan yang mengira Doraemon selama ini disuarakan oleh pria dan kaget ketika mengetahui bahwa Doraemon selama ini disuarakan oleh wanita. Di lain pihak, Dana adalah seiyu pria pertama, dan sejauh ini merupakan satu-satunya yang pernah menyuarakan sang robot kucing berwarna biru ini di Indonesia. Sang ibu, Nurhasanah telah tutup usia pada tanggal 12 Juli 2020 lalu.

Kenali para seiyu dari Doraemon sang robot kucing dari masa ke masa berikut ini:

Inilah Para Seiyuu Doraemon di Indonesia dari Masa ke Masa

Dewi Sartika sebagai Nobita

seiyu anime doraemon

Memulai debutnya mengisi suara pada serial-serial Telenovela yang pernah populer di masa 1990an, seiyu yang juga dikenal sebagai Dewi Sebenarnyadewi ini mulai menyuarakan Nobita sejak tahun 2009. Ia juga banyak mengisi suara untuk iklan maupun narasi komersial, company profile, program dokumenter, dll.

Sebagai seiyu dari Nobita sendiri, ada perbedaan yang menarik antara karakter Nobita versinya, dengan karakter Nobita veri 2 pendahulunya, yakni Ivonne Rose dan Ayu Puspitasari. Dituturkan oleh Dewi Sartika, sejak tahun 2009, mengaku memang terjadi perubahan karakter suara Nobita yang lebih tegas dibandingkan dengan seiyu sebelumnya. Di awal karirnya sebagai seorang seiyu, Dewi sartika memulai karirnya di beberapa serial Telenovela yang hadir di Indonesia, di mana dirinya memulai karirnya sebagai seiyuu dengan memerankan karakter suara sosok gadis dan ibu – ibu.

Ketika mendapatkan kesempatan untuk mengisi suara Nobita, ia harus menyesuaikan karakter suara yang lebih kasar dibandingkan dengan peran yang telah dijalankan sebelumnya. Pada proses seleksi setelah dinyatakan lolos sebagai seiyu dari karakter Nobita, rekaman suaranya dikirim langsung ke Jepang untuk dievaluasi lebih lanjut serta diberikan beberapa pengarahan untuk mendalami karakter Nobita yang lebih matang. Hal tersebut menjadi pembelajaran berharga selama perjalanan karir Dewi untuk mengeksplor lebih lanjut dalam dunia pengisian suara, spesialnya untuk mengisi karakter anime jepang.

Beberapa tahun terakhir ini memang terjadi perubahan karakter dalam serial Doraemon yang ditayangkan di Indonesia. Karakter Nobita yang “cengeng dan mudah menyerah” mulai tidak ditampilkan dalam beberapa episode terakhir.  Diakui oleh Dewi bahwa karakter Nobita kali ini dibangun seoptimisme mungkin, dan bahkan sering kali Nobita melakukan pembalasan dari aksi bullying yang dialami. Sehingga diharapkan penonton merubah sikap dan paradigma terhadap aksi bullying menjadi sesuatu yang harus dilawan.

Jessy Millianty sebagai Shizuka

seiyu anime doraemon

Jessy Millianty memulai debutnya sebagai seiyu pada awal 1990an. Seiyu yang juga adalah Istri dari seiyu Tata Burhan ini sempat mencuri perhatian dalam perannya sebagai Kaoru di Anime Samurai X yang tayang di SCTV pada tahun 2000. Ikut berperan pula pada Anime Vatalla Sang Pelindung karya Alfi Zachkyelle.

Jessy Millianty sendiri bergabung ke dalam jajaran seiyu Doraemon cukup belakangan. Ia baru menjadi seiyu Shizuka pada tahun 2013 menggantikan seiyu sebelumnya, yaitu Merysha Chandra yang hengkang karena saat itu tengah fokus dengan studinya. Jessy Millianty sendiri masih aktif menjadi seiyu Shizuka hingga kini.

Santosa Amin Sebagai Suneo

Santosa Amin merupakan seorang artis multitalenta dengan jam terbang dan kreativitas tinggi dari Teater, Pelukis, membuat film independen, hingga tentu saja seorang seiyu. Pernah bekerja di sebuah restoran Pizza, kini ia menjadi salah satu seiyu papan atas  di dunia hiburan di Indonesia. Ia juga sempat dikenal berkat perannya dalam serial Spongebob Squarepants yang terus dilakoninya hingga tahun 2011

Santosa Amin sendiri menjadi seiyu Suneo mulai tahun 2009. Saat itu dirinya menggantikan seiyu sebelumnya, yakni Hamdani Hasni yang pensiun karena kondisi kesehatannya yang telah menurun. Hamdani Hasni sendiri telah tutup usia pada tanggal 2 November 2010 lalu.

Bima Sakti sebagai Giant

Bima Sakti

Bima Sakti memulai karirnya sebagai seorang seiyu melalui PT Arvisco yang sangat legendaris pada dekade 1990an. Ia memiliki keunikan di mana seiyu ini seringkali diidentikkan dengan peran berbadan besar sebagaimana dirinya sendiri. Dirinya juga sempat bermain dalam film Knight Kris yang sempat diputar di bioskop beberapa waktu yang lalu, hingga Coro dalam Si Juki the Movie.

Sebagaimana disebut sebelumnya, sosok Bima Sakti cukup identik dengan karakter-karakter bertubuh jumbo. Di antara karakter lain yang pernah diperankan olehnya adalah Choji di anime Naruto, dan juga Kurita di anime Eye Shield 21. Bima Sakti sendiri mengaku bahwa Kurita adalah salah satu peran favoritnya. Yang menarik, bukan hanya karakter gemuk saja. Namun ia juga pernah memerankan Hokage ketiga di Naruto.

Loecy Soesilo sebagai Dorami

Photo courtesy of Metrotvnews

Loecy Soesilo memulai debutnya sebagai seorang seiyu sejak tahun 1994. Awal pertemuannya dengan industri seiyu adalah saat ia membaca majalah mengenai bagaimana suara bisa “dijual”. Sejak itu ia mulai mencoba peruntungannya “menjual” suara dengan bergabung dengan Sanggar Prathivi.

Sebagai seiyu anime Doraemon, Loecy Soesilo sebenarnya juga memerankan lebih banyak dari 1 karakter saja. Selain Dorami sang adik Doraemon, ia juga memerankan Dekisugi, sang siswa teladan di kelas Nobita. Loecy Soesilo juga bermain menjadi seiyu dari ibu Shizuka dan ibu Suneo. Loecy Soesilo sendiri sebenarnya bukanlah bagian dari jajaran seiyu anime Doraemon generasi ketiga, namun telah bergabung lebih dulu. Adalah pada tahun 2008 kala jajaran seiyu Doraemon generasi pertama sempat dipanggil lagi untuk bermain di anime Doraemon, Loecy Soesilo turut direkrut untuk memerankan Dorami dan Dekisugi, mengantikan seiyu generasi pertama sebelumnya, yakni Ana Satria Lubis yang tidak turut kembali.

Iwan Dahlan sebagai Ayah Nobita

Photo courtesy of Aji Darma Susanto

Iwan Dahlan memulai debutnya sebagai seorang penyiar radio bersama Camajaya FM. Saat itu tengah ada sebuah sandiwara radio yang sangat populer, yaitu Saur Sepuh. Iwan Dahlan pernah didapuk untuk turut bermain di sandiwara radio Saur Sepuh dengan berperan sebagai Lugina. Setelah kesuksesan Saur Sepuh, Iwan Dahlan lalu bergabung dengan Sanggar Prathivi, dan turut bermain di sejumlah sandiwara radio lainnya seperti Tutur Tinular, Gelang-Gelang Asitakala, Angling Darma, Babad Tanah Leluhur, Mahkota Mayangkara, dll.

Setelah masuknya era televisi, Iwan Dahlan juga aktif menjadi seiyu yang mendubbing sejumlah film hingga sekarang. Salah satu perannya yang terkenal juga adalah serial telenovela Carita De Angel, di mana ia berperan sebagai ayah dari Dulce Maria, Luciano. Di Doraemon sendiri, selain berperan sebagai ayah Nobita, ia juga berperan sebagai pak Guru, dan terkadang memerankan sejumlah peran bapak-bapak. Iwan Dahlan sendiri sebenarnya bukanlah bagian dari jajaran seiyu anime Doraemon generasi ketiga, namun telah bergabung lebih dulu. Adalah pada tahun 2008 kala jajaran seiyu Doraemon generasi pertama sempat dipanggil lagi untuk bermain di anime Doraemon, Iwan Dahlan turut direkrut untuk memerankan ayah Nobita, mengantikan seiyu generasi pertama sebelumnya, yakni Is Andespa, seiyu Giant dan ayah Nobita generasi pertama yang telah tutup usia di tahun 2005.

Nia Kurnia Tulus sebagai Ibu Nobita

uni alex
Photo courtesy of Dubber Doraemon Official

Nia Kurnia Tulus adalah salah seorang seiyu kawakan Indonesia dengan segudang pengalaman dan beragam peran yang ia mainkan dari berbagai film. Seiyu yang akrab disapa Uni Alex ini juga salah satu seiyu generasi pertama yang banyak berkecimpung mendubbing anime dan tokusatsu Jepang ke dalam bahasa Indonesia, terutama saat dirinya bergabung bersama studio Viva yang banyak mendubbing berbagai seri anime dan tokusatsu Jepang di awal tahun 1990an, seperti Ninja si Bayang Merah hingga Satria Baja Hitam RX.

Satu hal yang juga cukup menarik adalah fakta bahwa dirinyalah seiyuu yang sempat “menipu” para penonton Saint Seiya di masa lalu hingga mereka mengira bahwa karakter Shun Andromeda adalah seorang wanita. Karakter Shun Andromeda tersebut memang diperankan olehnya saat anime Saint Seiya ditayangkan untuk pertama kalinya di RCTI pada tahun 1994 silam.

Mari mengenal lebih dekat sosok Nia Kurnia Tulus berikut ini:

Kenalan Dengan Seiyuu Ibu Nobita di Anime Doraemon, Nia Kurnia Tulus

Honorable Mention

Selain para seiyu-seiyu di atas, terdapat beberapa nama lainnya yang pernah tergabung dalam jajaran seiyu anime Doraemon generasi ketiga. Inilah beberapa honorable mention dari seiyu anime Doraemon generasi ketiga, selengkapnya di halaman selanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.