Delapan tahun sudah KAORI Nusantara mengabdi dan berinovasi sebagai situs berita seputar anime, industri kreatif lokal, serta perkeretaapian. Sejak tahun 2008, sejak pertama kali berdiri KAORI tanpa henti terus memberikan berbagai informasi kepada para pembaca.

Dalam setiap berita, inovasi dan pengabdian yang KAORI lakukan tidaklah lepas dari adanya peran para staf di dalamnya. Pada berbagai kesempatan sering sekali KAORI mendapat pertanyaan “dimana sih kantornya KAORI?” atau “biasanya staf itu kerjanya dimana sih?”. Khusus untuk ulang tahun ini kami akan menjawab pertanyaan tersebut, bahwa sebenarnya banyak aktivitas dan kegiatan yang dilakukan KAORI dikerjakan dari meja kerja di kamar pribadi masing-masing staf.

Setiap harinya banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh para staf. Seperti apa sih sebenarnya kondisi di balik layar kegiatan KAORI? Spesial dalam rangka ulang tahun ini, yuk kita mengintip seperti apa sih “meja kerja” masing-masing staf KAORI?

Adi Wibowo Wendar (Staf Ahli KAORI Nusantara)

This slideshow requires JavaScript.

Jika anda berpikir bahwa penggunaan kardus sebagai meja hanya terjadi pada dunia fiksi animasi, anda memiliki pemikiran yang salah besar karena meja kardus telah menjadi saka guru dengan tujuan meningkatkan ergonomi dalam kegiatan sehari hari saya dalam 3 bulan terakhir. Berbeda dengan dunia animasi yang mengalih-fungsikan kardus jeruk menjadi sebuah meja, saya menggunakan kardus bekas dari perusahaan farmasi yang cukup ternama. Keunggulan kardus ini terletak pada konstruksinya yang lebih tebal dibandingkan kardus mi instan ataupun minuman air mineral dalam kemasan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan saya memilih kardus ini dibandingkan membeli meja standar. Alasan pertama adalah tren global yang mengarah kepada pengurangan emisi karbon sehingga terjadi kenaikan prioritas pada penghematan energi. Salah satu cara penghematan energi adalah penggunaan prinsip reduce, reuse, recycle. Alasan kedua adalah fleksibilitas dari kardus itu sendiri sehingga dapat dilipat dan disimpan pada tempat yang relatif sempit jika tidak digunakan. Alasan ketiga adalah kemampuan multifungsi kardus sehingga selain dapat digunakan sebagai tempat menyimpan barang, dapat pula digunakan sebagai meja kerja. Namun, yang menjadi alasan utama adalah harganya yang cuma tujuh ribu rupiah dibandingkan meja kecil lipat yang bisa sampai sepuluh kali lipatnya. Ukuran meja yang tidak begitu luas menyebabkan tidak banyak barang yang bisa ditempatkan pada meja utama. Selain laptop 14”yang sudah hampir memakan setengah meja, figur Misaka Mikoto serta persediaan cotton bud, untuk membersihkan sudut-sudut laptop, menjadi penghuni bagi meja utama ini.

Di sisi kanan meja utama terdapat TV LCD 22” yang diletakkan di atas bekas casing PC yang sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. Televisi ini sudah mendukung spesifikasi Full HD tetapi sayangnya belum menggunakan teknologi LED sehingga panas yang dihasilkan cukup signifikan sehingga mempengaruhi suhu ruangan kerja saya. TV ini saya gunakan sebagai monitor cadangan ataupun untuk menikmati hiburan audio visual yang dioptimalkan pada resolusi 1080p. Belum tersedianya saluran televisi serta kurang optimalnya tampilan teks dalam resolusi tinggi menyebabkan saya lebih sering menggunakan monitor laptop dibandingkan memanfaatkan televisi yang ada.

Aya Yuuhi (KAORI Newsline)

aya

Bagi saya, penting untuk memajang hal hal favorit dekat meja komputer agar memberi motivasi. Termasuk gambar karakter-karakter favorit yang tercinta, dan figure kesayangan (yang sewaktu-waktu saling bergantian sesuai mood). Sayangnya, saya bukan orang yang rapih, jadi mungkin agak berantakan. Oops.

Daniel Satrio (Indonesian Anime Times)

Sesederhana dan serumit yang dilihat, itu adalah tempat saya “bekerja” sehari-hari. “Pekerjaan” yang saya lakukan pun tidak pernah jauh-jauh dari jantung meja kerja ini, yaitu komputernya. Di sana saya menulis dan menerjemahkan artikel KAORI, meskipun sebenarnya alokasi terbanyak digunakan untuk mengakses socmed atau kegiatan lain. Bergerak dari sini, di sebelah kanan komputer dapat terlihat tumpukan barang yang sewaktu-waktu akan dibutuhkan, meskipun waktunya mungkin berada dalam periode “di mana semua planet segaris dalam tata surya” atau semacamnya. Percayalah, kerusuhan sempat saya rapikan, tapi mereka semua punya kaki semu yang bergerak sewaktu saya berpaling. Seram.

Di tembok kanan bisa dilihat poster Asian Kung-fu Generation bonus beli CD Wonder Future di KAORI kemarin hari tertempel kurang rapi. Saya sangat menggemari band J-Rock satu ini dan selalu mengikuti perkembangan Gotoh dan kawan-kawan lewat internet. Selain CD Wonder Future, ada beberapa koleksi album yang mungkin tidak terlihat jelas di foto ini seperti Pushed Rice-nya KOME KOME CLUB dan juga album Turn Blue dari Black Keys. Beberapa staf lain mungkin memiliki koleksi merchandise seperti figur dan lainnya, tapi saya sendiri tidak memiliki satupun. Alasannya karena belum berminat, mungkin lebih tepatnya tidak punya duwit. Teman-teman, beri saya uang.

Dany Muhammad (Indonesian Anime Times)

Kinda messed up huh? Namanya juga mahasiswa.

Sebenarnya meja belajar itu dulunya meja komputer, Cuma karena komputernya sendiri udah rusak jadinya ya beralih fungsi menjadi meja serbaguna. Karena itu jika dilihat masih ada sisa-sisa penggunaan meja komputer seperti speaker eksternal dan juga printer dibagian bawah meja (ga keliatan ya?)

Di atas meja juga sebenarnya lebih banyak benda yang tidak berhubungan sama sekali sama pelajaran, ada minyak angin, selotip, pistol model, gelas, sticker, charger, dll. Ada juga meja kecil di bawah tempat menaruh buku, karena saya sendiri punya kebiasaan baca novel sebelum tidur biar gampang ngantuk. Kipas angin juga siap sedia di kamar karena akhir-akhir ini suhu mendadak memanas. Mungkin keliatan sumpek, tapi memang saya cenderung lebih suka seperti itu.

Oh, tambahan, saya bukan pendukung MU. Malah kalau boleh jujur saya cenderung lebih suka Liverpool. Kok spreynya MU? Ga ada alasan khusus sih. Dibeliin orangtua ya itu dan saya terima-terima aja. Rivalitas? Bodo amat. Dapet gratis kok protes.

Dean Astarada (Staf Media Sosial)

IMG_20160528_000544

Seperti kamar ? Atau seperti ruang untuk bersantai saja ? Anggap saja begitu namun inilah “meja kerja” saya selama di KAORI, pekerjaan saya pun dilakukan dengan 2 alat saja, Macbook Air yang sudah 5 tahun bersama saya serta Samsung Galaxy Tab S yang saya pakai untuk mengambil gambar ini, perihal tugas saya adalah anggota medsos yang bertugas untuk menaikkan berita-berita di website KAORI ke Facebook,Twitter, dan sebagainya.

Yang bisa dilihat selain Macbook saya adalah lemari kecil tempat saya menyimpan koleksi poster yang ditandatangani oleh artis anisong, influencer & cosplayer terkenal seperti Danny Choo, Matcha Mei, DJ Kazu, Sasakure.uk, Misa Chiang dan masih banyak lagi. Menuju ke meja atas, terdapat konsol Nintendo Wii yang sudah lama saya tidak mainkan, majalah-majalah dari jepang, CD lagu-lagu anisong, komik dan figure Kylo Ren yang saya menangkan dari lelang 2 bulan yang lalu. Terakhir, dinding diatas meja tersebut, selain TV 32 inci, saya menggantung ID card dan pass saya di situ, sebagai identitas diri tentunya. Sebenarnya ada juga nendoroid di dalam laci tersebut, namun pasti akan mengundang kolektor yang ingin membeli koleksi saya.

Di balik layar: Mengintip Meja Kerja Staf KAORI Nusantara berlanjut ke halaman berikutnya.

1 KOMENTAR

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.