Rendahnya kesadaran orang Indonesia akan menjadi penghambat kemajuan industri kreatif Indonesia. Salah satu korban pembajakannya adalah film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss yang baru ditayangkan pada 8 September di bioskop.

Film besutan Falcon Pictures ini dibajak tepat pada hari perdana penyiarannya melalui sarana live streaming. Modusnya, pelaku membawa telepon genggam dan mengaktifkan fitur live streaming dari ponsel sehingga tayangan bioskop dapat dinikmati secara online.

Hal ini diketahui oleh Falcon Pictures dan saat ini identitas pelaku sedang diselidiki.

Advertisement Inline
(Falcon Pictures)
(Falcon Pictures)

Dalam postingan aslinya di laman Facebook Falcon, banyak pengguna yang menyesalkan hal ini. Sebagian mengkritik tindakan pelaku yang tidak bertanggung jawab, yang lainnya mengkritik pihak bioskop yang membiarkan hal tersebut. Tetapi komentar menarik justru muncul dari jawaban salah satu akun yang menyindir para komentator di post tersebut di mana ia menyindir mereka yang mengecam sang pembajak, namun masih menonton film bajakan. Menyedihkannya, komentator tersebut memakai avatar dari seri “Love Live.”

Film Warkop DKI Reborn ini adalah bagian pertama dari seri film yang bertujuan membangkitkan kembali Warkop DKI, salah satu grup lawak Indonesia yang eksis pada dekade 80-an. Film ini adalah bagian pertamanya, dengan judul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss – Part 1. Dalam “reinkarnasi” ini, Dono diperankan oleh Abimana Aryasatya, Kasino diperankan oleh Vino Bastian, dan Indro diperankan oleh Tora Sudiro. Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara.

Warkop DKI dikenal dari tahun 1979 sampai 1994 dan sudah membintangi hampir 34 judul film seperti Pintar-Pintar Bodoh, IQ Jongkok, CHIPS, Maju Kena Mundur Kena dan sebagainya. Berawal dari sebuah grup lawak bertajuk Obrolan Santai di Warung Kopi yang diproduksi oleh Radio Prambors pada era 1970an, Warkop DKI adalah salah satu grup lawak paling legendaris di Indonesia. Beranggotakan Dono, Kasino, Indro, Nanu, dan Rudi Badil, grup lawak ini begitu digemari di Indonesia pada masanya yang belakangan diangkat menjadi film bioskop yang terus diproduksi dari tahun 1979 sampai 1994 dan setelahnya diangkat menjadi serial televisi selama beberapa tahun. Saat ini anggota yang tersisa hanyalah Rudi Badil yang sudah lama mengundurkan diri setelah menjadi jurnalis di sebuah surat kabar dan juga Indro yang hingga kini masih cukup aktif dalam industri perfilman Indonesia.

Film ini sudah mulai ditayangkan di jaringan bioskop 21 sejak 8 September 2016. Menurut data yang dirilis Falcon Pictures, pada penayangan hari pertamanya, tercatat sebanyak 270 ribu penonton telah menyaksikan film ini.

Simak promonya di bawah ini.

KAORI Newsline

2 KOMENTAR

  1. Namanya juga orang yang pemikirannya labil min.
    Disatu sisi gak terima,disatu sisi juga selalu pengen yg bajakan
    Kayak ane

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.